Craig Bellamy tetap percaya bahwa Wales layak berada di kasta tertinggi Nations League meskipun kampanye mereka dimulai dengan dua kekalahan beruntun. Wales takluk 2-0 dari Denmark di Copenhagen, hanya tiga hari setelah menyerah 1-0 dari Portugal di Lisbon. Hasil tersebut membuat Wales belum mengoleksi poin sama sekali di Grup A4.
Selanjutnya, Wales akan menghadapi Norwegia yang diperkuat Erling Haaland di Cardiff City Stadium, Kamis (1/10) pukul 19:45 BST. Laga ini menjadi ujian berat bagi Bellamy dan pasukannya untuk membuktikan bahwa promosi dari League B musim lalu bukan sekadar keberuntungan. Norwegia sendiri datang dengan modal kalah 2-1 dari Portugal di kandang, tetapi sebelumnya menang 3-2 atas Denmark.
Hasil dan Statistik Wales di League A
Wales memulai kampanye Nations League dengan catatan yang kurang menggembirakan. Dua kekalahan awal membuat mereka terpuruk di dasar grup tanpa satu pun poin. Secara keseluruhan, Wales belum pernah meraih kemenangan dalam delapan pertandingan League A jika digabungkan dengan penampilan mereka di edisi 2022.
Rincian hasil tersebut antara lain: September 2026, Denmark 2-0 Wales; September 2026, Portugal 1-0 Wales; September 2022, Wales 0-1 Poland; Belgium 2-1 Wales; Juni 2022, Netherlands 3-2 Wales; Wales 1-1 Belgium; Wales 1-2 Netherlands; dan Poland 2-1 Wales. Meski demikian, Bellamy menegaskan bahwa Wales telah mendapatkan hak untuk bersaing melawan tim-tim elit Eropa setelah promosi dari League B.
“Bagi kami, pertandingan ini adalah laga lain dengan intensitas tinggi, pemain top, dan kecepatan nyata,” ujar Bellamy. “Inilah League A, semua grup penuh dinamika. Saat kami berada di pot empat, kami berpikir, ‘mau berada di mana?’ Semua lawan hebat, tetapi kami telah membuktikan bahwa kami pantas berada di sini.”
Perjalanan Bellamy dan Tantangan yang Dihadapi
Craig Bellamy mengambil alih kursi pelatih Wales pada Juli 2024 dan langsung mencatatkan sembilan pertandingan tanpa kekalahan. Pada kampanye pertamanya, ia berhasil membawa Wales promosi dari League B ke League A. Namun, situasi berbalik pada 2026 ketika Wales belum meraih satu pun kemenangan dalam enam pertandingan.
Menariknya, North Macedonia yang berada di peringkat 65 dunia menjadi tim dengan peringkat tertinggi yang berhasil dikalahkan Wales di bawah asuhan Bellamy. Fakta ini menunjukkan bahwa meski awal kepemimpinannya impresif, Wales masih kesulitan ketika berhadapan dengan tim-tim papan atas. Tekanan pun mulai menghampiri Bellamy, terlebih setelah namanya dikaitkan dengan pekerjaan di Burnley pada bursa pelatih terakhir.
Wales kini memiliki dua pertandingan untuk menghindari mimpi buruk berupa satu tahun kalender tanpa kemenangan, yang terakhir terjadi pada 1989. Jika gagal, tekanan terhadap Bellamy dipastikan akan semakin besar, terutama karena ini adalah jendela internasional pertamanya setelah dikaitkan dengan klub lain.
Analisis: Apakah Wales Sudah Kehabisan Momentum?
Mantan pemain internasional Wales, Nia Jones, menilai ada unsur “new manager bounce” yang sempat mengangkat performa Wales di awal era Bellamy. “Saya masih ingin Craig Bellamy menjadi manajer kami, tetapi saya pikir ada efek manajer baru saat ia pertama datang, ada kegembiraan dan kebebasan,” kata Jones kepada podcast Feast of Football. “Kadang-kadang kebaruan itu memudar, ekspektasi dari lawan dan penggemar meningkat, dan saya rasa kami sudah mencapai titik datar.”
Senada dengan itu, mantan striker Wales, Nathan Blake, mengingat betapa memukaunya sepak bola Wales di awal pemerintahan Bellamy. “Ketika Craig mengambil alih, pertandingan pertama melawan Turki, sepak bolanya fantastis. Saya ingat para penggemar kami seperti ‘wow, ini indah, semuanya berubah’. Semuanya menyerang,” ujar Blake. “Mungkin masalahnya karena kami terlalu bagus, selalu menyerang dan pressing tepat, sehingga mengejutkan lawan. Kini mungkin tim lawan sudah tahu apa yang akan kami lakukan.”
Kedua komentar ini menyoroti tantangan nyata yang dihadapi Wales: bagaimana mempertahankan efektivitas taktik ketika lawan sudah mulai membaca pola permainan mereka. Bellamy perlu mencari cara untuk kembali mengejutkan lawan, terutama saat menghadapi Norwegia yang memiliki kualitas individu mumpuni.
Pujian dari Denmark dan Ancaman Norwegia
Bellamy bukan satu-satunya manajer yang berada di bawah sorotan di grup ini. Kemenangan Denmark atas Wales membantu meredakan tekanan pada pelatih mereka, Brian Riemer. Meski begitu, Riemer memberikan penghormatan tinggi kepada Wales dan Bellamy. “Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa,” kata Riemer. “Dia juga berada di bawah tekanan terkait cedera, seperti kami, dan itu pasti membuatnya pusing. Kami sangat menghormati Wales, mereka melewati Grup B tanpa kalah dan kurang beruntung di Piala Dunia, hanya tersingkir melalui adu penalti.”
Riemer menambahkan bahwa kekalahan tipis dari Portugal bukanlah hal yang memalukan. “Ini adalah tim yang telah menyulitkan banyak tim. Pergi ke Portugal dan kalah hanya dengan satu gol bukanlah sesuatu yang membuat Anda merasa sedih. Kami memperkirakan pertandingan yang sangat sulit di Cardiff,” ujarnya.
Sementara itu, Norwegia datang ke Cardiff sebagai salah satu kekuatan yang sedang menanjak. Bellamy menyoroti investasi besar yang dilakukan negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir. “Mereka mencapai perempat final Piala Dunia dan saat ini sedang dalam gelombang positif. Mereka telah membangun fondasi selama bertahun-tahun, memiliki dua klub di Liga Champions. Ini gelombang nyata dan saya tidak melihatnya akan surut,” kata Bellamy. “Negara Anda kaya, dan mereka benar-benar membelanjakan uang di area tertentu, termasuk olahraga. Saya memperkirakan mereka akan menjadi kekuatan selama beberapa tahun.”
Jadwal Wales vs Norwegia
- Kompetisi: Nations League Grup A4
- Pertandingan: Wales vs Norwegia
- Hari/Tanggal: Kamis, 1 Oktober
- Kick-off: 19:45 BST
- Lokasi: Cardiff City Stadium
- Siaran langsung: BBC iPlayer, BBC Two Wales, BBC Sounds, BBC Radio Wales, Radio Cymru, 5 Live, situs dan aplikasi BBC Sport, plus teks langsung.
Setelah menghadapi Norwegia, Wales akan menjamu Denmark tiga hari kemudian dalam pertandingan ulangan. Dua laga kandang ini menjadi kesempatan emas bagi Wales untuk bangkit dan meraih poin pertama di League A, sekaligus meredakan tekanan yang mengelilingi Bellamy dan timnya.
Dengan segala keterbatasan dan kritik yang ada, Bellamy tetap yakin bahwa Wales layak bersaing di level tertinggi. Dua pertandingan kandang melawan Norwegia dan Denmark akan menjadi penentu apakah keyakinan tersebut terbukti di lapangan, atau justru memperdalam krisis yang sedang melanda. Bagi Wales, hasil positif bukan hanya soal poin, tetapi juga tentang mempertahankan kepercayaan diri dan identitas permainan yang sempat membuat mereka dipuji.
Yang jelas, tantangan Haaland dan Norwegia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketangguhan Wales di Nations League. Bellamy telah berbicara tentang hak untuk berada di League A, kini saatnya para pemain membuktikannya di atas rumput hijau Cardiff City Stadium. Hasil dari dua laga kandang ini akan menentukan arah Wales di kompetisi elite Eropa.
