Gelandang Timnas Belanda, Tijjani Reijnders, resmi meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Qadsiah, melalui kesepakatan transfer senilai £52 juta. Pemain berusia 28 tahun itu hanya bertahan satu musim di Manchester setelah sebelumnya didatangkan dari AC Milan dengan mahar £46,5 juta pada musim panas lalu. Selama berseragam Manchester City, Reijnders kesulitan menunjukkan performa terbaiknya, sehingga akhirnya ia memilih pindah demi mendapatkan menit bermain yang lebih teratur.
Kepindahan Reijnders menjadi salah satu kejutan pada bursa transfer musim panas ini, mengingat ia baru setahun memperkuat Manchester City. Al-Qadsiah sendiri saat ini ditangani oleh Brendan Rodgers, manajer yang sebelumnya sukses melatih Liverpool dan Celtic. Dengan kontrak berdurasi lima tahun yang dilaporkan telah disepakati, Reijnders diharapkan menjadi motor lini tengah Al-Qadsiah untuk musim-musim mendatang.

Detail Transfer Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah
Manchester City dan Al-Qadsiah dilaporkan telah menuntaskan proses transfer Tijjani Reijnders dengan nilai mencapai £52 juta. Nilai tersebut menunjukkan besarnya investasi yang dikeluarkan klub asal Arab Saudi itu untuk memperkuat skuad mereka. Kabar kepindahan ini muncul hanya beberapa hari setelah Reijnders dicoret dari skuad City pada laga Community Shield melawan Arsenal.
Menurut laporan yang beredar, Reijnders telah menandatangani kontrak jangka panjang selama lima tahun bersama Al-Qadsiah. Al-Qadsiah sedang membangun skuad kompetitif di bawah arahan Brendan Rodgers, dan kehadiran Reijnders dinilai mampu menambah pengalaman serta kualitas di lini tengah. Dengan tambahan pemain sekaliber Reijnders, klub tersebut diharapkan bisa bersaing lebih ketat baik di kompetisi domestik maupun ajang Asia.
Dalam pernyataan perpisahannya, Reijnders mengungkapkan rasa terhormatnya pernah menjadi bagian dari Manchester City. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen klub, mulai dari pemain, pelatih, hingga staf, yang telah membuatnya merasa diterima sebagai bagian dari keluarga City. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para suporter City yang dinilainya sangat hangat dan mendukung dirinya beserta keluarganya selama berada di Manchester.
Perjalanan Singkat Reijnders di Manchester City
Tijjani Reijnders bergabung dengan Manchester City pada musim panas lalu setelah ditebus dari AC Milan dengan nilai transfer £46,5 juta. Sayangnya, ia gagal menunjukkan permainan impresif yang diharapkan klub sehingga kariernya di Inggris tidak berjalan mulus. Meski demikian, ia tetap mencatatkan total 50 penampilan di semua kompetisi selama membela The Citizens.
Selama berseragam Manchester City, Reijnders berhasil menyumbangkan tujuh gol dan membantu tim meraih gelar FA Cup serta Carabao Cup pada musim terakhir Pep Guardiola menangani klub. Gelar-gelar tersebut menjadi koleksi trofi yang berharga dalam kariernya di Inggris, walaupun kontribusinya di lapangan kerap tidak menjadi sorotan utama. Setelah musim itu, Guardiola memutuskan pergi dan posisinya digantikan oleh Enzo Maresca.
Di level internasional, Reijnders menjadi andalan Timnas Belanda pada Piala Dunia 2026. Ia tampil sebagai starter dalam tiga pertandingan fase grup, sebelum akhirnya Belanda tersingkir di babak 32 besar. Pada laga melawan Maroko tersebut, Reijnders hanya duduk di bangku cadangan dan tidak diturunkan sama sekali.
Alasan Man City Melepas Reijnders di Era Maresca
Keputusan Reijnders hengkang tidak lepas dari situasi yang dialaminya di bawah manajer baru Manchester City, Enzo Maresca. Pada laga Community Shield akhir pekan lalu, Maresca tidak memasukkan nama Reijnders ke dalam skuadnya. City pun harus menelan kekalahan telak 3-0 dari Arsenal dalam pertandingan tersebut.
Pencoretan itu menjadi sinyal kuat bahwa Reijnders tidak masuk dalam rencana Maresca untuk menghadapi musim baru. Dengan minimnya jaminan menit bermain, baik pihak klub maupun pemain sepakat untuk mencari solusi terbaik melalui jalur transfer. Al-Qadsiah pun muncul sebagai destinasi yang menarik, terutama dengan tawaran kontrak panjang dan peran kunci yang dijanjikan kepada pemain.
Dari sisi finansial, kepindahan ini juga menguntungkan Manchester City karena mereka berhasil memulihkan investasi yang dikeluarkan setahun lalu. Reijnders didatangkan seharga £46,5 juta dan dijual dengan nilai £52 juta, sehingga terdapat selisih sekitar £5,5 juta yang kembali masuk ke kas klub. Meski tergolong tidak besar, keuntungan ini tetap menjadi catatan positif di tengah aktivitas belanja besar yang dilakukan City pada bursa transfer musim panas ini.
Eksodus Gelandang Man City dan Rencana Rekrutan Baru
Kepergian Tijjani Reijnders menjadi bagian dari gelombang keluarnya para gelandang Manchester City pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, Rodri telah resmi pindah ke Barcelona dengan nilai transfer £65 juta setelah Barcelona berhasil mengamankan tanda tangan gelandang asal Spanyol tersebut. Selain itu, Bernardo Silva juga meninggalkan City ketika kontraknya habis dan memilih bergabung dengan Real Madrid secara gratis.
Kepergian para gelandang ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Enzo Maresca di musim debutnya. City dikabarkan sedang memburu sejumlah nama untuk mengisi kekosongan di lini tengah, salah satunya gelandang asal Maroko, Ayyoub Bouaddi, yang kini bermain untuk Lille. Negosiasi antara kedua klub dilaporkan sudah memasuki tahap lanjut, dan City optimistis dapat menyelesaikan kesepakatan tersebut dalam waktu dekat.