Prediksi Premier League pekan keempat menyajikan duel unik antara pakar BBC Sport, Chris Sutton, dan manajer Dorking Wanderers, Marc White, dengan AI sebagai penantang tambahan. Sutton memprediksi seluruh 380 pertandingan Premier League musim ini dan bersaing melawan AI, pembaca BBC Sport, serta tamu yang berganti setiap pekan.
Pekan ini perhatian utama tertuju pada derby Manchester di Old Trafford, markas Manchester United. Manchester City asuhan Enzo Maresca datang dengan catatan sempurna, sementara Sutton menilai lini belakang United masih rentan kebobolan. Sementara itu, Marc White bukan tamu biasa: ia adalah pendiri, pemain, sekaligus manajer klubnya sendiri, dan kisahnya pernah diangkat menjadi dokumenter berseri yang ditonton ratusan juta kali.

Cara Kerja Prediksi Premier League Pekan Ini
Format kompetisi prediksi ini sederhana tetapi kompetitif. Setiap prediktor mencoba menebak hasil seluruh pertandingan Premier League, dan satu hasil benar berupa kemenangan, imbang, atau kekalahan bernilai 10 poin. Jika skor akhirnya tepat, poin yang dikumpulkan melonjak menjadi 40 poin.
Skor yang paling banyak dipilih pembaca untuk setiap laga akan dipakai dalam papan skor dan tabel yang ditampilkan di bagian bawah halaman BBC Sport. Pembaca juga bisa ikut bermain lewat Match of the Day predictor game versi baru, yang menampilkan enam pertandingan dari kompetisi domestik maupun Eropa setiap pekannya.
Untuk prediksi AI, BBC Sport menggunakan Microsoft Copilot Chat dengan cara yang sederhana: mereka meminta alat tersebut memprediksi skor akhir pekan Premier League. Artinya, tiga pihak yang dibandingkan di sini selalu punya sudut pandang berbeda, yaitu analisis manusia, pengalaman pelatih, dan perhitungan mesin.
Siapa Marc White, Tamu Pekan Keempat?
Marc White adalah sosok yang tidak biasa dalam dunia sepak bola Inggris. Ia mendirikan klubnya sendiri, Dorking Wanderers, lalu berperan ganda sebagai pemain dan manajer. Perjalanan kariernya diangkat menjadi dokumenter berseri yang sudah menembus lebih dari setengah miliar penayangan hingga akhir 2025.
Selain lewat dokumenter, White juga aktif membagikan strategi dan pandangannya di TikTok. Ambisi terbesarnya bersama Dorking Wanderers adalah membawa klub tersebut menembus Football League. Namun menurutnya sendiri, mimpi untuk sampai ke Premier League terasa jauh lebih mustahil dibandingkan target pertama itu.
White menilai ada perbedaan kelas yang sangat tegas di sepak bola Inggris. Baginya, jurang terbesar bukan berada di dalam Premier League, melainkan antara Premier League bersama sebagian klub Championship di satu sisi, dan sisa klub lainnya di sisi lain.
Jurang Finansial Premier League dan Championship
Menurut White, Premier League tetap menjadi tempat paling elit untuk berada, dan klub yang bertahan di sana seperti menjadi bagian dari sebuah institusi keuangan. Meski begitu, ia menekankan bahwa uang yang besar itu tetap harus dibelanjakan dengan cermat agar tidak berujung masalah.
White justru menyoroti sisi lain dari kemewahan tersebut: ia berpendapat bahwa tidak ada klub yang ingin terdegradasi dari Premier League. Alasannya, ada klub seperti Fulham, Bournemouth, dan Brentford yang secara sejarah dan ukuran suporter bisa dibilang kalah besar dari beberapa klub Championship.
Karena itu, pemilihan manajer berikutnya menjadi sangat krusial bagi klub-klub berukuran menengah. Jika salah memilih dan klub tersebut turun kasta, sebagian di antaranya mungkin tidak akan pernah kembali ke Premier League lagi.
White juga menilai Championship sendiri terbelah menjadi dua kelompok. Ia menyebut kerja samanya dengan Charlton Athletic sebagai gambaran nyata, di mana kondisi keuangan Charlton tidak ada apa-apanya dibandingkan mayoritas penghuni divisi itu, misalnya jika disandingkan dengan West Ham yang jaraknya sangat jauh.
Di luar zona tersebut, kesenjangan tidak terlalu mencolok. Namun, menurut White, tetap ada garis pemisah tebal antara Championship dan League One. Itulah sebabnya klub seperti Bromley dan Stockport menjalani perjalanan serupa dari kompetisi non-liga dan berhasil naik dari League Two, tetapi begitu sampai di League One, tantangan berikutnya menjadi bagian tersulit.
Prediksi Laga Sabtu 12 September
Aston Villa vs Nottingham Forest (Villa Park, 15:00)
Sutton mengakui laga pembuka ini sulit ditebak karena Aston Villa belum meraih kemenangan maupun mencetak gol di Premier League, tetapi baru saja mengalahkan Club Brugge di Liga Champions pada Selasa. Nicolas Jackson mencetak gol pertamanya di laga tersebut, dan meski penyelesaian akhirsnya kadang tidak konsisten, Sutton menilai pemain seperti itu akan semakin matang setiap musim.
Nottingham Forest juga belum menang. Sutton mengingat kontroversi gol Neco Williams yang dianulir saat imbang melawan Tottenham, tetapi ia sepakat dengan keputusan akhir hakim garis maupun VAR. Ia sempat tergoda memprediksi hasil imbang lagi, namun akhirnya memilih Villa menang tipis karena tim itu pasti akan mencetak gol di Premier League cepat atau lambat.
- Sutton: 2-1
- Marc White: 1-1 — Villa banyak berubah pada bursa musim panas, tetapi mereka punya manajer hebat dan Unai Emery akan menstabilkan tim
- AI: 2-1
Bournemouth vs Brentford (Vitality Stadium, 15:00)
Bournemouth selalu unggul lebih dulu di tiga laga liga musim ini, tetapi belum satu pun berhasil dimenangkan. Sutton mengaku menyukai cara bicara pelatih Bournemouth, Marco Rose, dalam wawancara seusai pertandingan dan yakin pria itu akan menemukan formulasi yang tepat.
Sutton tepat memprediksi hasil imbang 1-1 Brentford kontra Sunderland pekan lalu, meski mengakui Brentford sebenarnya beruntung bisa membawa pulang satu poin. Karena Brentford akan bermain dengan serangan balik sementara Bournemouth menekan, Sutton mencium aroma hasil imbang di laga ini.
Marc White menyebut menarik bahwa laga ini pernah menjadi partai League Two pada 2009, saat Bournemouth hampir keluar dari Football League. Ia juga menilai manajer Brentford, Keith Andrews, bisa menjadi incaran klub-klub besar jika kembali mencatatkan musim yang baik.
- Sutton: 1-1
- Marc White: 1-2
- AI: 2-2
Chelsea vs Hull City (Stamford Bridge, 15:00)
Sutton punya kenangan indah dari pertemuan ini karena salah satu dari tiga golnya untuk Chelsea dicetak ke gawang Hull di ajang Piala FA. Hull belum kebobolan sama sekali musim ini, dan Sutton mengakui mereka adalah tim yang paling sering membuat prediksinya salah sejauh musim ini.
Meski begitu, Sutton tetap memilih Chelsea menang. Ia menilai Hull tampil luar biasa dalam bertahan, tetapi tidak akan mampu menahan Cole Palmer, Morgan Rogers, dan Joao Pedro. Chelsea juga sudah menunjukkan kualitas untuk menembus tim yang bertahan dalam, seperti saat mengalahkan Leeds di Piala Carabao pada Rabu.
Satu-satunya keraguan Sutton adalah apakah Hull bisa mencetak gol, mengingat lini belakang Chelsea masih terlihat kacau dan sudah kebobolan beberapa kali. Namun ia tetap memberikan clean sheet kepada Chelsea karena tim itu memang membutuhkannya. Marc White menyebut laga ini seperti Beauty and the Beast, di mana Hull senang berperan sebagai si monster, tetapi taktik itu tidak akan berhasil melawan lini depan Chelsea.
- Sutton: 3-0
- Marc White: 4-0
- AI: 3-0
Crystal Palace vs Ipswich Town (Selhurst Park, 15:00)
Crystal Palace meraih kemenangan pertama di bawah asuhan Pierre Sage akhir pekan lalu, dan hasil itu sangat penting bagi mereka. Menurut Sutton, Palace masih punya ancaman gol seperti yang ditunjukkan melawan Fulham, tetapi pertandingan itu berjalan terbuka dan mereka selalu terlihat rentan kebobolan.
Sutton menyoroti cara manajer Ipswich, Gary O’Neil, menanggapi kekalahan timnya dari Liverpool. Ia menilai O’Neil terlalu positif dalam menilai performa tim, padahal Ipswich tidak mampu mengimbangi Liverpool dan kurang kreatif di sepertiga akhir lapangan, sampai-sampai Alisson nyaris tidak membuat penyelamatan penting.
Sutton awalnya berpikir Ipswich akan memaksa hasil imbang, tetapi ia berubah pikiran dan memilih Palace mengamankan poin penuh di kandang. Marc White menempatkan Palace di antara klub yang berpotensi bermasalah musim ini, namun ia memilih skor imbang karena faktor atmosfer Selhurst Park.
- Sutton: 2-1
- Marc White: 1-1
- AI: 2-0
Liverpool vs Fulham (Anfield, 15:00)
Sutton akan meliput laga ini untuk 5 Live bersama komentator Ian Dennis. Sorotan utama di kubu Fulham adalah sosok manajer Alvaro Arbeloa, yang akan terus berada di bawah tekanan sampai meraih kemenangan Premier League pertamanya.
Menurut Sutton, Fulham tampil sedikit ringan secara fisik maupun mental. Cesar Palacios di lini tengah dan Gonzalo Garcia di lini depan jelas punya kualitas, tetapi selalu sulit bagi pemain muda untuk langsung tampil maksimal di Premier League, apalagi di bawah manajer yang juga baru.
Fulham sempat unggul dua kali melawan Palace yang juga memulai musim dengan buruk, tetapi tetap kalah, dan itu membuat laga di Anfield semakin penting bagi Arbeloa. Ia berusaha menerapkan pressing tinggi serta penguasaan bola dominan, namun di level tertinggi seperti Premier League, pressing yang tidak rapi akan dengan mudah dilewati lawan. Menurut Sutton, Fulham akan mencetak gol, tetapi masalahnya Liverpool akan mencetak lebih banyak.
Marc White mengaku mengikuti Fulham karena ia pernah menonton mereka saat masih kecil, berdiri di teras Craven Cottage, dan itu menjadi kenangan pertamanya tentang sepak bola level besar. Ia berteman dengan kapten Fulham, Tom Cairney, sehingga masih sering menonton laga mereka, dan menilai Fulham sebagai klub keluarga yang unik di level tersebut. Menurut White, Fulham melakukan hal yang berlawanan dengan Brentford sepeninggal Thomas Frank, karena mereka tidak hanya mengganti manajer pengganti Marco Silva, tetapi juga sistem dan pemain, dan itu sebuah pertaruhan besar.
- Sutton: 2-1
- Marc White: 3-1
- AI: 3-1
Tottenham vs Everton (Tottenham Hotspur Stadium, 17:30)
Sutton menilai laga ini sangat besar bagi pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, yang menurutnya juga perlu mengambil tanggung jawab atas hasil buruk timnya. De Zerbi menyalahkan para penyerang Spurs setelah hasil imbang 0-0 melawan Nottingham Forest, padahal setidaknya ia masih punya stok striker di skuadnya.
Sutton menyoroti situasi Everton yang melepas Beto tanpa kepastian, karena mereka tahu Folarin Balogun berpotensi gagal dalam tes medis dan tidak memiliki pemain pengganti lain. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan Everton mencuri poin di markas Spurs.
Bagi Sutton, laga ini justru mudah diprediksi dan mengarah pada hasil imbang. Ia melihat Tottenham sebagai tim yang mengikuti hukum rata-rata, yang cepat atau lambat harus mencetak gol dan juga memenangi pertandingan, tetapi ia tidak yakin kedua hal itu terjadi pada pekan ini. Marc White menilai Spurs punya tim baru tetapi tetap membuat pendukungnya frustrasi, sementara Everton terlihat menjalani pekerjaannya dengan tenang.
- Sutton: 1-1
- Marc White: 2-2
- AI: 2-1
Sunderland vs Arsenal (Stadium of Light, 20:00)
Musim lalu laga ini berjalan seru dan berakhir 2-2, dan Sutton menilainya sebagai ujian tersulit Arsenal sejauh musim ini. Ia menyukai Sunderland, terutama karena kampanye Eropa mereka belum dimulai sehingga jadwal tambahan tidak mengganggu performa mereka di laga ini.
Sutton sempat ingin berani memprediksi hasil imbang karena Sunderland mampu mencuri satu poin dari Arsenal. Namun ia ingat bahwa Arsenal punya kemampuan menutup pertahanan saat diperlukan dan bisa bermain fisik bila harus, sehingga ia sulit melawan kemenangan The Gunners.
Alasan utamanya adalah kualitas pemain pengganti Arsenal, seperti yang terlihat saat comeback melawan Chelsea akhir pekan lalu. Mereka punya pemain kelas atas di hampir semua posisi, dan jika membutuhkan gol melawan Sunderland, Arsenal bisa memasukkan seseorang untuk mencetaknya. Marc White justru mengaku khawatir dengan Sunderland musim ini karena momentum dan start bagus mereka musim lalu sulit diulang.
- Sutton: 0-1
- Marc White: 1-3
- AI: 1-3
Prediksi Laga Minggu 13 September
Coventry City vs Brighton (Coventry Building Society Arena, 14:00)
Coventry tampil baik saat menghadapi Manchester City dan seharusnya bisa mendapatkan sesuatu dari laga itu, tetapi gagal. Sutton bisa membayangkan mereka memberi perlawanan ketat kepada Brighton, namun ia mengingatkan bahwa berpikir Coventry bisa mencuri poin hanya karena mereka merepotkan Man City adalah kesalahan.
Brighton adalah tim yang menyerang secara alami dan diperkuat pemain-pemain berkualitas. Menurut Sutton, akan sangat sulit menahan mereka agar tidak mencetak gol. Marc White menilai klub-klub seperti Brighton sangat jeli dalam memilih laga yang harus dimenangkan, karena dari situlah poin mereka biasanya datang.
- Sutton: 1-2
- Marc White: 0-2
- AI: 1-2
Manchester United vs Manchester City (Old Trafford, 16:30)
Sutton mengakui prediksinya untuk derby Manchester sering salah dalam dua musim terakhir, ketika ia cenderung memilih City. Kali ini ia tidak begitu yakin, karena City di bawah Enzo Maresca tampil lebih metodis dan membangun serangan dari belakang, sehingga tidak akan bermain terbuka dengan gaya menyerang sporadis.
Sutton menilai Maresca tidak banyak mengubah cara bermainnya sejak menangani Chelsea, dan United akan siap menghadapi pola tersebut. Ia menyukai sikap pelatih United, Michael Carrick, yang tidak terlalu terbawa suasana baik saat menang maupun kalah, meski gol penyeimbang Everton pada menit akhir pekan lalu terasa seperti kekalahan.
Masalah utama United menurut Sutton adalah serangan mereka belum benar-benar klik, sementara jumlah gol yang kebobolan juga membuatnya ragu apakah lini belakang mereka cukup kuat menahan City. Di sisi lain, City memulai musim dengan empat kemenangan dari empat laga di semua kompetisi sejak Premier League bergulir, tetapi mereka terlihat sedikit rentan saat melawan Coventry sehingga United berpotensi menciptakan lebih banyak masalah.
- Sutton: 2-2
- Marc White: 0-2 — Carrick mendapat momentum alami sebagai mantan pemain, tetapi mempertahankannya jangka panjang sangat sulit dan ia bisa berada di bawah tekanan musim ini
- AI: 2-2
Prediksi Laga Senin 14 September: Leeds vs Newcastle
Sutton menyebut Newcastle sebagai raja baru serangan balik dan memperkirakan gaya permainan itu akan mereka ulangi di Elland Road. Menarik untuk dilihat bagaimana pelatih Leeds, Daniel Farke, mengatasinya, karena ia sudah cukup fleksibel dalam menyusun tim musim ini.
Leeds juga menunjukkan ketangguhan lebih besar di laga liga dan terlihat tertata rapi, tetapi Sutton tidak yakin mereka memiliki ancaman serangan sebesar sebelumnya. Ia sempat condong ke kemenangan Leeds karena bermain di kandang, namun Newcastle menunjukkan perlawanan besar melawan Bournemouth pekan lalu, sehingga laga ini kemungkinan besar berakhir imbang.
- Sutton: 1-1
- Marc White: 2-3 — ia menyebutnya sebagai thriller Senin malam
- AI: 1-2
Bagaimana Performa Chris Sutton Pekan Lalu?
Seperti ucapan Chris setelah pekan kedua yang sukses, hasil akhir pekan tidak ditentukan oleh bagaimana Anda memulai, melainkan bagaimana Anda menyelesaikannya. Pola itu kembali terulang pada pekan ketiga, ketika hasil beberapa laga terakhir menjadi penentu, dan kali ini bukan Chris yang keluar sebagai pemenang.
Chris sebenarnya memimpin pada Sabtu malam setelah delapan dari sepuluh pertandingan dimainkan. Namun tamunya, vokalis Kasabian Serge Pizzorno, menikmati hari Minggu yang gemilang dengan skor tepat di dua laga tersisa, sehingga ia menyalip perolehan poin Chris secara keseluruhan.
Chris berakhir dengan enam hasil benar, termasuk satu skor tepat, dengan total 90 poin. Angka itu cukup untuk mengalahkan pembaca BBC Sport yang mencatat empat hasil benar dan satu skor tepat dengan total 70 poin, serta AI yang mengumpulkan tiga hasil benar dan satu skor tepat dengan 60 poin.
Serge melesat menjadi juara setelah memprediksi dengan tepat hasil imbang 2-2 Everton melawan Manchester United dan kemenangan 2-1 Arsenal atas Chelsea. Ia hanya mengumpulkan empat hasil benar, tetapi dua skor tepat itulah yang menjadi penentu dan memberinya total kemenangan 100 poin.
Semua prediktor hanya sepakat pada dua pertandingan, yaitu kemenangan Liverpool di markas Ipswich dan kemenangan Manchester City atas Coventry. Ada tiga laga yang tidak ditebak dengan benar oleh siapa pun, yakni hasil imbang Newcastle melawan Bournemouth, hasil imbang Brighton melawan Leeds, serta kemenangan 3-2 Crystal Palace di markas Fulham. Dari lebih dari 37.000 prediksi yang masuk, hanya sekitar 5.000 orang atau 14 persen yang memilih Palace menang dalam bentuk apa pun, dan hanya 79 orang yang tepat menebak skornya.
Rangkaian hasil itu menunjukkan bahwa prediksi Premier League memang sulit ditebak, bahkan oleh pakar, pelatih, maupun AI sekalipun. Pekan keempat pun menyimpan tantangan serupa, terutama pada derby Manchester yang menjadi pusat perhatian. Dengan tiga penantang berbeda sudut pandang, persaingan memperebutkan poin tertinggi akan tetap menarik untuk diikuti hingga pekan-pekan berikutnya.