Prediksi Premier League pekan ini mempertemukan pakar sepak bola BBC Sport, Chris Sutton, dengan tamu istimewa: gitaris legendaris sekaligus penggemar berat Manchester City, Johnny Marr. Keduanya diminta menebak skor sejumlah pertandingan, mulai dari laga-laga krusial di akhir pekan hingga derby Manchester yang baru saja usai.
Sutton memang rutin memprediksi seluruh 380 pertandingan Premier League sepanjang musim ini, dan kali ini ia beradu tebakan dengan AI serta para pembaca BBC Sport. Sistem penilaiannya sederhana: menebak hasil akhir dengan benar (menang, seri, atau kalah) bernilai 10 poin, sedangkan skor yang tepat menghasilkan 40 poin. Sementara itu, Johnny Marr tengah menantikan perilisan album terbarunya, The Age Of Everything, pada 2 Oktober mendatang.

Cara Kerja Duel Prediksi Premier League
Prediksi AI dalam duel ini dihasilkan menggunakan Microsoft Copilot Chat, yang hanya diminta untuk memprediksi skor pertandingan Premier League akhir pekan. Selain melawan AI, Sutton juga bersaing dengan pembaca BBC Sport yang bisa ikut menebak lewat permainan Match of the Day predictor setiap pekan, menampilkan enam laga pilihan dari kompetisi domestik maupun Eropa.
Skor yang paling banyak dipilih pembaca untuk setiap pertandingan akan ditampilkan pada papan skor dan tabel di bagian bawah halaman. Dengan begitu, duel ini bukan sekadar adu opini satu orang, melainkan pertarungan antara intuisi manusia, kecerdasan buatan, dan tebakan kolektif pembaca. Hasilnya pun sering kali di luar dugaan, seperti yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Daftar Prediksi Premier League untuk Jumat hingga Minggu
Berikut tebakan skor dari Sutton, Johnny Marr, dan AI untuk pertandingan yang digelar 18 hingga 20 September:
- Brentford vs Chelsea (Jumat, 18 September, Gtech Community Stadium, 20.00 BST) — Sutton: 2-2 | Johnny: 1-2 | AI: 1-2
- Tottenham vs Aston Villa (Sabtu, 19 September, Tottenham Hotspur Stadium, 12.30 BST) — Sutton: 1-2 | Johnny: 2-1 | AI: 2-1
- Brighton vs Arsenal (Sabtu, 19 September, Amex Stadium, 15.00 BST) — Sutton: 1-2 | Johnny: 1-2 | AI: 1-2
- Everton vs Ipswich (Sabtu, 19 September, Hill Dickinson Stadium, 15.00 BST) — Sutton: 1-0 | Johnny: 2-0 | AI: 2-1
- Newcastle vs Hull (Sabtu, 19 September, St James’ Park, 15.00 BST) — Sutton: 1-1 | Johnny: 3-0 | AI: 3-0
- Nottingham Forest vs Coventry (Sabtu, 19 September, City Ground, 17.30 BST) — Sutton: 2-0 | Johnny: 2-0 | AI: 2-0
- Bournemouth vs Liverpool (Minggu, 20 September, Vitality Stadium, 14.00 BST) — Sutton: 1-1 | Johnny: 1-2 | AI: 1-3
- Leeds vs Crystal Palace (Minggu, 20 September, Elland Road, 14.00 BST) — Sutton: 2-0 | Johnny: 2-1 | AI: 1-1
- Manchester City vs Sunderland (Minggu, 20 September, Etihad Stadium, 14.00 BST) — Sutton: 2-1 | Johnny: 3-0 | AI: 4-0
- Fulham vs Manchester United (Minggu, 20 September, Craven Cottage, 16.30 BST) — Sutton: 2-2 | Johnny: 1-1 | AI: 1-2
Laga Brentford versus Chelsea menjadi salah satu yang paling disorot. Sutton menilai Chelsea memang produktif mencetak gol dan lini depannya sangat dinamis, tetapi mereka kebobolan terlalu mudah dan terlihat tidak rapi di belakang. Menurutnya, mencari keseimbangan antara bertahan dan menyerang masih menjadi persoalan besar bagi pelatih Xabi Alonso saat ini.
Sutton juga menyoroti Brentford asuhan Keith Andrews yang dinilainya punya keseimbangan lebih baik dan sangat berbahaya saat melakukan serangan balik. Pertemuan ini berakhir 2-2 pada September tahun lalu, dan ia melihat hasil serupa berpeluang terulang. Johnny Marr serta AI sepakat memilih kemenangan tipis Chelsea dengan skor 2-1.
Derby Manchester dan Start Sempurna City di Bawah Maresca
Johnny Marr mengaku menikmati start sempurna Manchester City di awal musim Premier League, termasuk kemenangan di Old Trafford pada Minggu lalu. Menurutnya, derby tersebut akan dikenang lama oleh para penggemar City. Ia juga mengakui sempat khawatir ketika Phil Foden menerima kartu merah begitu awal, karena situasi pertandingan bisa berubah drastis.
Bagi Marr, kartu merah itu seharusnya hanya berbuah kartu kuning, baik untuk Foden maupun Bruno Fernandes. Ia menilai kemenangan tersebut menjadi bukti ketangguhan tim di tengah proses adaptasi dengan manajer baru dan banyak pemain baru. Seluruh situasi ini, katanya, masih menjadi kurva pembelajaran bagi para penggemar dan klub.
Tidak banyak yang menduga Enzo Maresca mampu menyapu bersih empat laga pertamanya bersama City. Namun bagi Marr, pertanyaan itu justru berbalik menjadi “kenapa tidak?” Sebab, pelatih asal Italia itu telah menunjukkan bahwa dirinya punya prinsip dan filosofi sendiri. Marr mengaku menyukai sosok Maresca.
Tekanan Meningkat pada Michael Carrick
Di sisi lain, tekanan terhadap pelatih Manchester United, Michael Carrick, semakin besar. Sutton menilai jeda internasional selama tiga pekan bisa menjadi masa yang buruk bagi tim dengan awal musim buruk, termasuk United, karena segala hal negatif berpotensi mengendap. Spekulasi soal masa depan sang pelatih pun diprediksi ikut mencuat.
United bukan satu-satunya tim yang startnya kurang baik, tetapi Sutton menilai ada banyak hal yang harus dibenahi di sana. Karena itu, laga melawan Fulham di Craven Cottage akhir pekan ini menjadi sangat penting. Perubahan suasana di ruang ganti bisa sangat ditentukan oleh hasil di laga tersebut.
Fulham sendiri datang dengan modal kepercayaan diri setelah menahan imbang Liverpool 0-0 di Anfield pekan lalu. Pelatih Alvaro Arbeloa menyebut anak asuhnya tampil dengan keseimbangan yang lebih baik, dan Sutton mengakui penampilan itu mengubah pandangannya terhadap Fulham. Sebaliknya, United tampil sangat buruk saat dikalahkan Brighton di ajang Carabao Cup.
Dalam empat musim terakhir, United tiga kali mencuri kemenangan di akhir laga di Craven Cottage. Meski begitu, Sutton mengaku sulit membayangkan hal serupa terulang, mengingat masalah mereka di lini depan sekaligus lini belakang. Ia memprediksi laga ini berakhir 2-2, sementara Johnny memilih 1-1 dan AI menjagokan United 2-1.
Sorotan Laga Sabtu: Spurs, Arsenal, dan Tim Promosi
Untuk laga Tottenham melawan Aston Villa, Sutton menyoroti reputasi pelatih Spurs, Roberto De Zerbi, sebagai juru taktik berkualitas. Namun ia menilai belum ada perbaikan nyata dari Spurs meski mereka sudah mengeluarkan banyak uang di bursa transfer. Jika hasil buruk berlanjut, tekanan terhadap De Zerbi akan semakin besar.
Sutton membandingkan Spurs dengan Hull dan Ipswich yang juga banyak mendatangkan pemain tetapi sudah menunjukkan performa lebih baik. Ia menilai De Zerbi sudah mendapat waktu yang cukup, sementara Villa di bawah Unai Emery justru memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan lewat kemenangan di Carabao Cup. Ia memprediksi Villa menang tipis 2-1 di markas Spurs, sedangkan Johnny dan AI menjagokan Tottenham.
Laga Brighton vs Arsenal juga menarik disimak karena sempat ada ketegangan setelah pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, mengkritik Arsenal soal penguluran waktu di akhir musim lalu. Namun Sutton menilai Arsenal berada di level yang berbeda dari Manchester United, tim yang baru saja dikalahkan Brighton. Bek muda Brighton, Luka Vuskovic, yang dibeli dari Spurs seharga 46 juta poundsterling pada musim panas, tampil memukau meski baru berusia 19 tahun.
Menurut Sutton, Arsenal tidak punya kelemahan berarti, berani menyerang, sekaligus cerdas dalam bertahan ketika harus mengamankan kemenangan. Ia memprediksi Brighton tumbang 1-2, pilihan yang sama dengan Johnny Marr dan AI. Sementara itu, Ipswich asuhan Gary O’Neil akan bertandang ke markas Everton, dan Sutton mengakui Ipswich tampil jauh lebih baik dari perkiraannya karena berani mengambil inisiatif menyerang.
Meski begitu, ia tetap menjagokan Everton yang belum terkalahkan di bawah David Moyes, dan memprediksi kemenangan 1-0. Sebagai mantan penyerang Norwich, Sutton juga menyindir bahwa perjalanan pulang fans Ipswich lewat jalan A14 akan terasa panjang, sambil berharap tidak ada penutupan jalan besar pada Sabtu nanti.
Nottingham Forest, Newcastle, dan Cerita Liam Delap
Sutton menilai Coventry tengah berada dalam situasi sulit karena harus menghadapi Arsenal dan Manchester City pada dua laga tandang pertama mereka. Perjalanan ke markas Nottingham Forest pun dinilai tidak lebih mudah bagi pasukan Frank Lampard. Ia menyebut Coventry masih berjuang, sementara Oliver Glasner mulai menemukan ritme Forest setelah awal musim yang lambat.
Menurut Sutton, kepercayaan diri Coventry berpotensi sudah terkuras, sehingga Lampard harus berusaha membangkitkan keyakinan para pemainnya. Ia menilai anak asuh Lampard mungkin tidak hanya bertanya dari mana kemenangan akan datang, tetapi juga dari mana satu poin bisa diraih. Prediksinya, Forest menang 2-0, sama dengan pilihan Johnny dan AI.
Sutton juga memberi apresiasi kepada penyerang Forest, Liam Delap, yang mencetak gol pertamanya untuk klub dalam kemenangan di markas Aston Villa pekan lalu. Ia memahami masa sulit yang dialami Delap saat masih di Chelsea. Menariknya, Delap mencetak satu gol liga untuk Chelsea, jumlah yang sama dengan catatan Sutton, tetapi harga Delap naik 20 juta poundsterling dari 30 juta menjadi 50 juta poundsterling, sementara nilai Sutton justru turun hampir 50 persen dari 10 juta ke 6 juta poundsterling saat meninggalkan Stamford Bridge.
Untuk Newcastle vs Hull, Sutton memperkirakan laga berjalan menjemukan bagi tuan rumah. Hull dinilainya sangat baik dalam bertahan di dalam kotak penalti, berani melempar pemain ke depan, dan berbahaya lewat bola mati. Ia memilih hasil seri 1-1, meski Johnny dan AI kompak menjagokan Newcastle menang 3-0.
Sorotan Laga Minggu: Liverpool, Leeds, dan City
Menjelang Bournemouth vs Liverpool, Sutton mengaku belum yakin dengan performa Liverpool setelah mengamati mereka secara langsung untuk Radio 5 Live. Ia menilai Fulham justru lebih baik dalam laga imbang 0-0 di Anfield pekan lalu, dan lini depan Liverpool tidak mengalir seperti musim sebelumnya. Para pemain dinilainya belum sepenuhnya sinkron dengan permintaan Andoni Iraola soal pressing, sehingga Bournemouth berpeluang menghukum mereka, terlebih karena Marco Rose dikenal sebagai pelatih yang menyerang.
Ada satu hal yang sedikit menguntungkan Liverpool, yakni kecenderungan Bournemouth menemukan cara untuk bermain imbang di laga yang seharusnya mereka menangi. Karena itu, Sutton memilih hasil seri 1-1, sementara Johnny dan AI justru yakin Liverpool menang, masing-masing dengan skor 2-1 dan 3-1.
Untuk Leeds vs Crystal Palace, Sutton menyebut Leeds asuhan Daniel Farke sedang berada dalam tren positif setelah mengalahkan Newcastle dengan meyakinkan. Lini belakang Leeds dinilainya sangat terorganisir berkat kehadiran kiper baru, James Trafford, dan bek tengah anyar Tarik Muharemovic. Di lini depan, Dominic Calvert-Lewin disebut sedang dalam performa terbaik, bugar, dan termotivasi.
Sebaliknya, Crystal Palace yang dilatih Pierre Sage berada di ambang krisis setelah start buruk, sehingga Sutton memprediksi Leeds menang 2-0. Johnny memilih 2-1, sedangkan AI menebak hasil seri 1-1.
Laga Manchester City vs Sunderland dinilai Sutton sebagai ujian berat bagi Maresca. Sunderland disebutnya sebagai tim yang kuat dan bisa menyulitkan siapa pun ketika sedang dalam performa terbaik. Kemenangan di derby Manchester adalah hasil terbesar Maresca sejauh ini, terutama karena City harus bermain dengan 10 orang setelah Foden diusir.
Sutton memuji peran Iliman Ndiaye yang masuk menggantikan Rayan Cherki di babak kedua. Menurutnya, Ndiaye menawarkan profil berbeda karena lebih banyak bekerja saat bertahan dan lebih gemar membawa bola, sesuatu yang dibutuhkan City ketika kehilangan satu pemain. Ia tetap memprediksi City menang 2-1, meski mengakui United bisa merasa dirugikan karena gol kemenangan City seharusnya dianulir. Johnny menebak 3-0, sedangkan AI lebih percaya diri dengan 4-0.
Kenangan Johnny Marr: Pep Guardiola dan Pemain Favoritnya
Marr juga berbicara tentang mantan pelatih City, Pep Guardiola, yang mundur pada musim panas. Menurutnya, tidak ada yang menyangka Pep akan bertahan selama 10 tahun, sehingga kepergiannya bisa diterima dengan lapang dada. Selain kesuksesan yang ia bawa, para penggemar City mencintainya karena ia benar-benar mencintai Manchester.
Adapun pemain favorit Marr sejak kecil adalah Dennis Tueart, yang diyakininya bisa bermain di era sepak bola modern saat ini. Untuk daftar teratas, ia menyebut nama Vincent Kompany, Sergio Aguero, dan David Silva. Posisi pertama ia berikan kepada Kevin De Bruyne, yang dianggapnya sebagai pemain terbaik yang pernah ia lihat mengenakan kostum City.
Hasil Pekan Lalu dan Kejutan di Anfield
Pada pekan sebelumnya, Chris Sutton dan tamunya, pelatih Dorking Wanderers Marc White, sama-sama menorehkan empat hasil benar tanpa skor tepat dari 10 pertandingan. Keduanya mengumpulkan 40 poin. AI tampil lebih baik dengan total 60 poin berkat skor tepat untuk hasil imbang 2-2 Brentford melawan Bournemouth, ditambah dua hasil benar lainnya.
Namun kemenangan pekan itu diraih para pembaca BBC Sport untuk pertama kalinya musim ini. Mereka mencetak 40 poin melalui satu skor tepat, yakni kemenangan 2-0 Arsenal di markas Sunderland, plus empat hasil benar. Hasil tersebut mengangkat mereka dari dasar klasemen ke posisi setara dengan Chris di puncak tabel prediksi.
Pekan itu memang sulit ditebak. Hanya ada dua laga di mana semua prediktor menebak hasil dengan benar, yaitu kemenangan Arsenal di Sunderland dan kemenangan Brighton di markas Coventry. Sebaliknya, ada lima laga yang tidak berhasil ditebak siapa pun: kemenangan Nottingham Forest di markas Aston Villa, hasil imbang Hull di Chelsea, kemenangan Ipswich di markas Crystal Palace, hasil imbang Fulham di Liverpool, serta kemenangan Leeds atas Newcastle.
Kejutan terbesar terjadi di Anfield. Dari lebih dari 33.000 prediksi yang masuk, hampir 30.000 di antaranya atau sekitar 91 persen memilih Liverpool menang. Hanya kurang dari 2.000 orang yang memilih hasil seri, dan cuma 390 orang yang berhasil menebak skor tepat 0-0.
Duel prediksi akhir pekan ini memberi gambaran cukup jelas tentang peta kekuatan sementara di awal musim. Di satu sisi, Manchester City dan Arsenal tampil meyakinkan, sementara di sisi lain, Manchester United dan Tottenham masih bergulat dengan ketidakstabilan performa. Bagi para penggemar, hasil pertandingan akhir pekan ini bisa menjadi indikator awal seberapa jauh masing-masing tim mampu melangkah musim ini.
Tebakan Sutton, Marr, dan AI tentu tetap sekadar prediksi, tetapi perdebatan yang muncul kerap mencerminkan kekhawatiran sekaligus harapan nyata para suporter. Setelah pekan yang penuh kejutan, termasuk hasil imbang Fulham di Anfield yang menjebak hampir seluruh prediktor, menarik untuk ditunggu apakah tren serupa kembali terulang. Yang jelas, siapa pun yang ingin ikut menguji ketajaman tebakan bisa mencobanya melalui permainan prediksi BBC Sport setiap pekan.