my slot

FSG Nego Penjualan Minoritas Saham Liverpool ke Amit Bhatia

FSG Mulai Berunding dengan Konsorsium Amit Bhatia

Fenway Sports Group (FSG), pemilik Liverpool, dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha miliarder keturunan India-Inggris, Amit Bhatia. Rencananya, konsorsium tersebut akan membeli minoritas saham Liverpool yang dimiliki oleh FSG. Meskipun belum ada kesepakatan final, langkah ini menjadi tanda baru dalam strategi kepemilikan klub yang terus berkembang.

Latar Belakang Amit Bhatia dan Ketertarikannya pada Liverpool

Amit Bhatia bukan nama asing di dunia sepak bola Inggris. Pria berusia 46 tahun itu sebelumnya menjabat sebagai direktur dan rekan pemilik QPR selama 18 musim. Ia baru saja mengundurkan diri dari posisinya pada Selasa sore pekan ini. Bhatia juga dikenal sebagai mantan bankir investasi di Morgan Stanley yang kini sukses di sektor konstruksi, properti, dan ekuitas swasta.

Perusahaan konstruksi yang didirikannya di usia 32 tahun kini menjadi pemasok bahan bangunan independen terbesar di Inggris dengan lebih dari 5.000 karyawan. Ia juga memiliki perusahaan properti yang membangun rumah, tempat tinggal mahasiswa, dan kantor di berbagai wilayah Inggris.

Bhatia menikah dengan Vanisha Mittal Bhatia pada 2004 dalam pesta enam hari di Prancis yang menghabiskan biaya lebih dari 41 juta pound sterling—saat itu tercatat sebagai pernikahan termahal di dunia versi Guinness World Records. Vanisha adalah putri taipan baja India, Lakshmi Mittal, yang kekayaannya diperkirakan mencapai lebih dari 22 miliar pound.

Nilai dan Skema Investasi

Kesepakatan yang digagas oleh konsorsium Bhatia diperkirakan akan menempatkan nilai Liverpool di atas 4,5 miliar pound (sekitar 6 miliar dolar AS), berdasarkan laporan Financial Times. Jika investasi ini terealisasi, strukturnya akan mirip dengan kesepakatan pada 2023 ketika FSG menjual minoritas saham Liverpool kepada firma investasi olahraga global, Dynasty.

Pada kesepakatan dengan Dynasty tersebut, nilai transaksi berkisar antara 82 juta hingga 164 juta pound. Dana tersebut digunakan untuk membantu menutupi utang bank yang terkait proyek infrastruktur, termasuk renovasi Main Stand, Anfield Road End, dan pusat pelatihan Kirkby.

Strategi Kepemilikan FSG yang Terus Berubah

FSG pertama kali mengumumkan keterbukaan terhadap investasi baru pada 2022. Saat itu, mereka menyebut akan mempertimbangkan baik investasi minoritas maupun penjualan penuh saham Liverpool. Namun, penjualan penuh tidak pernah terjadi. Sebaliknya, FSG lebih memilih jalur investasi minoritas untuk memperkuat posisi keuangan klub tanpa kehilangan kendali.

Setelah kesepakatan dengan Dynasty, FSG sempat menjajaki akuisisi klub kedua di Eropa daratan untuk mengadopsi model multi-klub seperti yang dilakukan Chelsea dan Manchester City. Beberapa calon yang diincar antara lain Malaga, Getafe, dan Bordeaux. Namun, rencana tersebut urung terlaksana dan FSG akhirnya meninggalkan model tersebut. Keputusan ini dikabarkan menjadi salah satu alasan kepergian Michael Edwards, mantan direktur olahraga Liverpool yang direkrut kembali untuk memimpin proyek multi-klub.

Sementara itu, direktur olahraga saat ini, Richard Hughes, yang memiliki kontrak hingga 2027, dipercaya mengelola strategi transfer musim panas ini. Namun, ia disebut-sebut terbuka untuk pindah ke Arab Saudi dalam waktu dekat. Pemilik utama Liverpool, John W. Henry, kini lebih jarang tampil di publik sejak insiden European Super League pada 2021.

Kesimpulan: Langkah Strategis untuk Masa Depan Liverpool

Negosiasi FSG dengan konsorsium Amit Bhatia menandai babak baru dalam manajemen kepemilikan Liverpool. Penjualan minoritas saham Liverpool ini tidak hanya memberikan suntikan dana segar, tetapi juga memperkuat koneksi klub dengan jaringan bisnis global. Meskipun kesepakatan belum final, langkah ini menunjukkan bahwa FSG tetap berkomitmen membangun Liverpool secara berkelanjutan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Para penggemar tentu berharap agar investasi baru ini bisa membawa stabilitas finansial dan kesuksesan jangka panjang bagi The Reds.

Exit mobile version