Johan Manzambi membuktikan alasan Aston Villa berani menebusnya dengan harga tinggi. Gelandang Swiss itu mencetak gol tunggal dalam kemenangan 1-0 atas Newcastle, klub yang sempat ia tolak sebelum bergabung ke Villa Park pada musim panas. Gol tersebut bukan sekadar tambahan angka, tetapi menegaskan peran pemain 21 tahun itu dalam proyek pembangunan ulang yang dijalankan Unai Emery.
Manzambi genap berusia 21 tahun pada Rabu dan datang dengan status rekrutan rekor klub, yakni sedikit di atas £50 juta. Ia sebelumnya membantu Freiburg melaju ke final Liga Europa, lalu memilih Aston Villa sebagai tempat melanjutkan karier. Keputusan itu membuatnya kini menjadi salah satu wajah baru dalam skuad yang sedang berubah besar-besaran.

Gol Johan Manzambi yang Menentukan Kemenangan Aston Villa
Manzambi mencetak gol ketiganya untuk Aston Villa saat tim menang 1-0 atas Newcastle di laga tandang pada Sabtu. Ia menyundul bola tanpa penjagaan dari jarak sekitar delapan yard setelah menerima umpan silang bagus dari Joao Gomes. Gol itu menjadi pembeda dalam pertandingan dan memperpanjang catatan tak terkalahkan Villa di semua kompetisi menjadi lima laga.
Sebelumnya, Manzambi juga ikut mencetak gol dalam kemenangan 3-2 di markas Tottenham dan dalam kemenangan 6-0 atas Fenerbahce di Liga Champions. Sejak menjadi starter pertama bagi Villa pada 19 September melawan Spurs, hanya Erling Haaland dari Manchester City yang terlibat dalam lebih banyak gol di antara pemain Premier League di semua kompetisi. Haaland mencatat enam keterlibatan gol, sedangkan Manzambi mengoleksi lima, terdiri dari tiga gol dan dua assist.
Emery menilai kontribusi Manzambi bukan hanya soal gol. Menurutnya, pemain muda itu punya keterampilan dan kecerdasan bermain, sementara kekuatan fisiknya penting untuk membantu pertahanan serta memenangi duel di area ofensif. Emery mengaku senang Manzambi kembali mencetak gol dan menyebutnya sebagai pencapaian yang bagus untuk sang pemain.
Ditolak Newcastle dan Alasan Memilih Aston Villa
Bagi sebagian fans Newcastle, Manzambi adalah pemain yang lolos dari genggaman mereka. Sebelum bergabung dengan Villa, ia sempat tampak akan pindah ke St James’ Park. Namun ia akhirnya memilih Villa Park dengan kesepakatan yang menjadi rekor klub, sedikit di atas £50 juta.
Manzambi menjelaskan bahwa keputusannya dipengaruhi kualitas tim yang ia hadapi langsung di final Liga Europa. Ia menilai Aston Villa sebagai tim yang sangat baik, dilatih pelatih besar, dan suasana itu terasa tepat untuk perkembangan kariernya. Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa proyek Emery punya daya tarik kuat bagi talenta muda.
Dalam final Liga Europa, Freiburg kalah 0-3 dari Aston Villa yang sudah mencetak tiga gol dalam satu jam pertama. Pengalaman itu membuat Manzambi melihat sendiri kualitas lawan sebelum akhirnya memutuskan bergabung. Kini ia justru menjadi bagian dari tim yang pernah mengalahkannya di laga puncak tersebut.
Kualitas yang Membuat Manzambi Menonjol
Manzambi termasuk salah satu talenta muda paling menjanjikan di sepak bola dunia. Pada musim lalu di Bundesliga, untuk pemain di posisinya, ia menempati peringkat pertama dalam progressive carries sejauh 10 meter atau lebih dengan 116 kali. Ia juga teratas untuk shot-ending carries dengan 13 kali dan fouls won dengan 78 kali, angka yang menunjukkan keberaniannya membawa bola dan menarik pelanggaran.
Penampilannya di Piala Dunia memperkuat reputasi tersebut. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Bosnia-Herzegovina, lalu menyumbang satu gol dan satu assist saat Swiss menang 2-1 atas tuan rumah bersama Kanada. Manzambi juga mencatat assist dalam kemenangan 2-0 atas Aljazair, sebelum cedera lutut membuatnya absen saat Swiss menang adu penalti atas Kolombia di 16 besar dan kalah dari Argentina di perempat final.
Berkat performa itu, Manzambi masuk daftar 10 pemain untuk Kopa Trophy, penghargaan bagi pemain terbaik dunia berusia di bawah 21 tahun. Daftar tersebut juga memuat Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Yan Diomande, yang penampilannya mengantar ke Real Madrid. Pemenang Kopa Trophy dijadwalkan diumumkan pada 26 Oktober.
Dampak bagi Aston Villa dan Proyek Emery
Aston Villa yang dimasuki Manzambi sekarang berbeda dari tim yang ia hadapi di final Liga Europa. Dari starting XI yang menang di Istanbul, enam pemain disebut telah pergi melalui transfer besar: Emiliano Martinez, Lucas Digne, Ezri Konsa, Youri Tielemans, Morgan Rogers, dan Ollie Watkins. Pemain pengganti seperti Harvey Elliott, Jadon Sancho, dan Leon Bailey juga tidak lagi berada di klub, sehingga pembenahan skuad menjadi keniscayaan.
Perubahan itu sempat membuat awal musim Villa sulit karena mereka hanya meraih satu poin dari empat laga liga pertama. Kemenangan atas Newcastle kemudian memperpanjang tren tak terkalahkan menjadi lima pertandingan di semua kompetisi. Villa naik ke peringkat 12 Premier League, mengoleksi enam poin dari dua laga Liga Champions setelah menghantam Fenerbahce 6-0, dan sudah berada di 16 besar Piala Carabao tempat mereka akan menghadapi Bournemouth.
Rekan setim, Nicolas Jackson, ikut memuji Manzambi. Jackson, yang juga datang pada jendela transfer dari Chelsea dengan nilai hingga £65 juta, menyebut Manzambi sebagai pemain luar biasa yang masih berkembang. Ia berharap sang gelandang terus membaik, mencetak gol, memberi assist, dan terhindar dari cedera agar mereka bisa meraih banyak hal bersama.
Jackson juga menyoroti tekel Sven Botman dari Newcastle pada babak pertama yang hampir membuat kakinya patah, meski wasit hanya memberi kartu kuning. Ia menilai tekel itu terlalu tinggi dan berharap ke depan bisa berbuah kartu merah, tetapi tetap menerima keputusan wasit. Baginya, hal terpenting adalah Villa menang dan ia dalam kondisi baik.
Apa yang Menanti Aston Villa dan Manzambi
Setelah mengalahkan Newcastle, Aston Villa akan menjamu klub Norwegia, Viking, pada laga ketiga Liga Champions. Setelah itu, mereka akan menjamu Manchester City yang telah memenangi semua tujuh pertandingan Premier League musim ini. Dua laga tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi Villa dan peran Manzambi di dalamnya.
Emery menegaskan bahwa bangkit dari awal musim yang buruk sangat penting agar tim kembali percaya diri dan nyaman dengan struktur permainan yang sedang dibangun. Para pemain, katanya, berusaha menuntut lebih dari diri sendiri untuk mengubah situasi. Ia juga menekankan bahwa Premier League tetap menjadi prioritas dan kompetisi tempat Villa harus tampil konsisten.
Dengan tujuh poin dari tiga laga liga terakhir, Villa kembali menunjukkan tanda kebangkitan. Manzambi menjadi salah satu alasan utama optimisme itu karena sudah memberi gol, assist, dan energi baru di lini tengah. Jika mampu menjaga performa, ia berpotensi menjadi simbol kembalinya Aston Villa ke papan atas sekaligus menjawab keraguan Newcastle.