Derby Black Country: Wolves vs West Brom yang Sarat Makna

Author:

Wolverhampton Wanderers akhirnya kembali bersua West Bromwich Albion dalam laga liga. Pertandingan bertajuk derby Black Country ini menjadi duel liga pertama antara keduanya setelah lebih dari lima tahun, sekaligus pertemuan pertama di hadapan penonton Molineux sejak 2012.

Bagi kedua klub maupun pendukungnya, laga ini jauh lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Rivalitas yang membentang hampir 138 tahun ini menyimpan begitu banyak kenangan, mulai dari kemenangan bersejarah hingga kekalahan yang sampai kini masih terasa menyakitkan. Tak heran bila pertemuan akhir pekan ini dinanti dengan antusiasme yang luar biasa, lengkap dengan banyolan sebelum laga yang selalu dimulai lebih awal setiap kali kedua tim berada di divisi yang sama.

Wolves vs West

Wolves vs West Brom Kembali Bertemu sebagai Laga Liga

Derby ini pertama kali dipertandingkan sebagai laga liga pada Desember 1888, tepat pada musim perdana Football League. Saat itu Wolves keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Namun, Albion sebenarnya sudah lebih dulu mengalahkan Wolves pada dua pertemuan pertama mereka, yakni pada 1886 dan 1887, yang keduanya berlangsung di ajang Piala FA.

Sejak titik itu, sejarah kedua klub terjalin melalui begitu banyak pertemuan yang penuh warna. Ada momen yang membahagiakan, ada pula yang tragis, tersebar di dua ujung skala emosi yang sangat berbeda. Ketika sepak bola mulai masif disiarkan televisi, hampir semua momen tersebut terekam kamera dan bisa ditonton ulang berkali-kali — atau justru sengaja dilupakan, bergantung pada warna klub yang Anda dukung.

Karena itulah, laga Minggu nanti terasa begitu istimewa. Inilah kesempatan pertama bagi pendukung Wolves di Molineux untuk menyaksikan timnya berusaha membalas kekalahan 5-1 yang pernah mereka alami. Sebelumnya, pertemuan sebagai laga liga terakhir terjadi lebih dari lima tahun lalu, sementara kesempatan terakhir bermain di depan publik sendiri sudah berlangsung sejak 2012.

Rekor 138 Tahun: Rivalitas yang Sangat Berimbang

Secara keseluruhan, sejarah panjang derby Black Country menunjukkan persaingan yang nyaris seimbang. Dari total 138 tahun pertemuan, Albion mengoleksi 55 kemenangan liga, sementara Wolves mengumpulkan 52 kemenangan. Kekalahan terburuk Wolves terjadi pada 1894, ketika mereka dihancurkan 8-0 di kandang sendiri pada masa akhir pemerintahan Ratu Victoria.

Namun, dalam kurun waktu yang lebih modern, Albion justru lebih dominan. Sejak awal milenium baru, tercatat 18 derby di ajang liga dan Piala FA, dengan Albion memenangi 10 laga dan Wolves hanya empat kali. Meski demikian, Wolves memenangi pertemuan paling anyar, yakni kemenangan 2-0 pada putaran keempat Piala FA di The Hawthorns pada Januari 2024.

Kemenangan tersebut sebenarnya menyisakan catatan kurang mengenakkan. Laga itu diwarnai perilaku buruk sebagian kecil penonton, sehingga pertandingan dihentikan selama 38 menit setelah aparat kepolisian diserang, benda-benda dilempar ke lapangan, dan flare dinyalakan. Insiden itu membuat kedua klub mengeluarkan pernyataan bersama pekan ini, yang menekankan pentingnya menjaga rivalitas tetap berjalan secara sehat dan bersahabat.

Momen Ikonik dari Kedua Kubu

Derby Black Country melahirkan banyak kisah yang melekat di ingatan para penggemar. Di kubu Wolves, ada gol derby pertama Steve Bull pada 1989, hat-trick Iwan Roberts di The Hawthorns pada 1996 yang ia rayakan dengan senyum lebar, lalu dua gol George Ndah pada 2001 berkat penampilan gemilang Keith Andrews. Selanjutnya, ada pula dua gol Steven Fletcher pada Mei 2011 yang membantu tim asuhan Mick McCarthy bertahan di Premier League.

Albion tidak kalah kaya kenangan. Darren Bradley mencetak gol spektakuler dari jarak 35 yard pada 1993, Bob Taylor memastikan kemenangan di The Hawthorns pada 1995, dan Jordao menjadi penentu kemenangan di Molineux pada Desember 2001 — musim ketika Albion menyalip Wolves untuk promosi dengan selisih tiga poin. Ada pula gol penyama kedudukan Carlos Vela di masa injury time pada laga pertama Roy Hodgson sebagai pelatih pada 2011.

Puncaknya adalah kemenangan 5-1 pada Februari 2012. Dalam laga itu, Peter Odemwingie mencetak hat-trick, sementara Andrews, yang kini tak lagi muda, ikut menambah luka dengan mencetak gol ke gawang klub lamanya. Wolves benar-benar dirobek habis, dan McCarthy kehilangan pekerjaannya keesokan harinya.

Implikasi Laga: Dendam, Sejarah, dan Persiapan Ekstra

Bagi Wolves, pertandingan Minggu nanti adalah peluang nyata untuk membalas salah satu noda terbesar dalam sejarah derby mereka. Kekalahan 5-1 itu merupakan kekalahan terburuk kedua Wolves di derby Black Country, hanya kalah dari kekalahan 8-0 pada 1894. Perasaan itu masih membekas, terutama karena pendukung tuan rumah belum pernah mendapat kesempatan menyaksikan langsung upaya pembalasan sejak saat itu.

Wolves terdegradasi pada akhir musim tersebut, begitu pula pada Mei setelahnya, dan hanya sekali kembali berada di divisi yang sama dengan Albion. Momen itu terjadi pada musim 2020-21 pasca-Covid, ketika kedua derby digelar tanpa penonton. Albion saat itu berhasil mengumpulkan empat poin dari enam poin yang tersedia, tetapi tetap terdegradasi pada akhir musim.

Sejarah yang panjang itu begitu penting bagi Albion sampai-sampai pelatih James Morrison menggelar sesi persiapan tambahan di luar latihan rutin. Ia menghadirkan sejarawan klub untuk memberi pemahaman kepada para pemainnya, dengan pesan utama bahwa rekor 138 tahun ini sangatlah ketat: 55 kemenangan liga untuk Albion berbanding 52 milik Wolves.

Perang Urat Syaraf Jelang Kick-off

Jelang laga, suasana semakin hangat dengan saling sindir antara kedua kubu. Morrison bahkan menyiratkan bahwa dirinya setengah berharap melihat striker Wolves, Raul Jimenez, tetap turun pada Minggu nanti. Harapan itu muncul meski pelatih Wolves, Cesar Peixoto, sudah mencoret pemain asal Meksiko tersebut karena cedera lutut. “Saya akan percaya kalau sudah melihatnya sendiri,” ujar Morrison.

Peixoto kemudian meyakinkan kubu Albion bahwa cedera tersebut memang nyata. “Saya tidak bermain-main dengan akal-akalan,” katanya kepada BBC Radio WM. Ia juga menegaskan bahwa dirinya menyadari betul arti laga ini bagi para pendukung, dan menyampaikan pesan khusus kepada para pemainnya: “Bermainlah dengan gairah, tetapi juga dengan kepala. Saya sangat kompetitif. Saya tidak suka kalah.”

Pendekatan mental kedua tim diprediksi bakal menjadi faktor penentu. Wolves sendiri sudah merasakan atmosfer derby musim ini ketika bermain imbang 2-2 melawan Birmingham City dua pekan lalu. Pada laga itu, mereka harus puas dengan satu poin setelah kebobolan gol bunuh diri yang terbilang komikal, hasil kesalahpahaman antara Jose Sa dan Jackson Tchatchoua.

Peta Kekuatan di Klasemen Championship

Dari sisi klasemen, Wolves kini terpaut tiga poin di bawah Albion di papan atas Championship, tetapi masih menyimpan satu pertandingan yang belum dimainkan. Kondisi ini membuat derby akhir pekan berpotensi mengubah peta persaingan di papan atas. Kesalahan semacam yang dilakukan Sa dan Tchatchoua memang lazim terjadi dalam laga derby, ketika atmosfer memanas dan ketegangan berada di titik tertinggi.

Bagi Morrison, ini adalah derby Black Country pertamanya sebagai pelatih kepala, meski ia pernah merasakan lima laga serupa sebagai pemain — termasuk kemenangan 5-1 yang legendaris itu. “Inilah pertandingan yang ingin Anda ikuti,” ujarnya. “Hasilnya bisa menjadi hal yang sangat positif bagi para pemain dan juga saya. Lewat penampilan di laga-laga seperti ini, Anda bisa mengukir tempat istimewa.”

Pengalaman itu tentu menjadi modal berharga. Ia tahu betul bagaimana rasanya berada di tengah tensi derby, dan kini ia berusaha menularkan pemahaman tersebut kepada skuadnya agar tetap tenang saat tekanan datang.

Kesimpulan

Derby Black Country antara Wolves dan West Bromwich Albion selalu berbicara tentang lebih dari sekadar hasil pertandingan. Ada sejarah 138 tahun, rekor yang nyaris berimbang, dan sederet momen yang terus dikenang maupun disesali oleh kedua kubu. Pertemuan akhir pekan ini menjadi kesempatan langka bagi pendukung Wolves untuk menyaksikan langsung upaya pembalasan atas kekalahan 5-1, sekaligus ajang pembuktian bagi Morrison di kursi pelatih kepala.

Di atas semuanya, kedua klub berharap rivalitas ini tetap terjaga dalam koridor yang sehat. Sejarah mencatat derby ini sebagai salah satu persaingan paling berwarna di sepak bola Inggris, dan cara terbaik untuk menghormatinya adalah dengan menyajikannya lewat permainan sepak bola yang berkualitas, bukan lewat kerusuhan di luar lapangan.