my slot

Bursa Transfer Liverpool: Wajarkah Penggemar Khawatir?

Kekalahan 4-2 dari Leeds United dalam uji coba pramusim di Chicago menjadi alarm yang sulit diabaikan Liverpool. Empat gol bersarang di babak kedua, tepatnya dalam rentang 25 menit, dan membuka pertanyaan besar soal kesiapan skuad. Jadi, wajarkah penggemar merasa khawatir dengan arah bursa transfer Liverpool sejauh ini? Jawaban singkatnya: wajar waspada, terutama di lini belakang.

Pelatih Andoni Iraola justru menyebut laga melawan Leeds sebagai uji coba paling berguna. Menurutnya, babak pertama memberi sisi positif dan babak kedua memberi banyak pelajaran berharga. Ia yakin timnya bisa mengambil kesimpulan dan segera membenahi sejumlah masalah. Namun pernyataan itu juga mengonfirmasi bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang belum selesai, khususnya di sektor pertahanan.

Kekalahan 4-2 dari Leeds Membuka Borok Pertahanan

Dalam tiga pertandingan di Amerika Serikat, Liverpool kebobolan enam gol. Empat di antaranya bersarang dalam 25 menit di babak kedua saat melawan Leeds. Ini hampir dua pertiga dari total kebobolan Liverpool selama tur berlangsung.

Liverpool memulai laga melawan Leeds dengan lini belakang Jeremie Frimpong, Luke Chambers, Ifeanye Ndukwe, dan Milos Kerkez. Menjelang akhir pertandingan, susunannya berubah menjadi Calvin Ramsay, Mor Talla Ndiaye, Ndukwe, dan Kostas Tsimikas. Kombinasi pemain muda dan pelengkap itu dengan mudah dibedah oleh Leeds yang mengandalkan Dominic Calvert-Lewin.

Dari empat starter tersebut, hanya Kerkez yang bisa digolongkan sebagai calon starter reguler musim ini. Empat hari sebelumnya, lini belakang muda Liverpool memang sukses menjaga clean sheet saat menghadapi Wrexham di New York. Namun ketika berhadapan dengan sesama tim Premier League, kerapuhan pertahanan langsung terlihat jelas.

Kapten Virgil van Dijk sudah kembali berlatih, tetapi Liverpool tidak punya kedalaman yang cukup untuk bersaing serius. Dalam kurang dari tiga pekan, Van Dijk harus menemukan pasangan baru di bek tengah. Liverpool akan membuka Premier League dengan laga tandang melawan Newcastle United.

Masalah Kronis di Lini Belakang Liverpool

Iraola berulang kali menegaskan bahwa skuadnya tipis di lini belakang. Kondisi itu diperparah oleh kepergian dua bek berpengalaman, Andy Robertson dan Ibrahima Konate. Situasi makin pelik karena Joe Gomez dan Giovanni Leoni tidak akan tersedia untuk laga awal musim.

Rekrutan anyar Jeremy Jacquet juga belum memainkan satu menit pun selama tur AS karena Liverpool terus memantau proses pemulihannya. Jacquet dan Leoni adalah talenta besar, tetapi belum teruji di level tertinggi. Dengan rekam jejak cedera yang dimiliki Gomez, ia tidak bisa diandalkan untuk sekadar menambal semua celah.

Direktur olahraga Richard Hughes hadir di laga uji coba di Nashville dan New York, tetapi tidak datang ke pertandingan di Chicago. Ia tentu memahami betul persoalan yang tengah dihadapi timnya. Setidaknya Liverpool butuh satu pemain yang bisa bermain di bek tengah dan berpotensi mengisi bek kanan, mengingat Conor Bradley masih jauh dari pulih.

Musim lalu Arne Slot sempat memakai Curtis Jones dan Dominik Szoboszlai sebagai bek kanan darurat, dan situasi itu tak boleh terulang. Idealnya, Liverpool membutuhkan pemain yang sudah berpengalaman. Berikut ringkasan situasi bek Liverpool saat ini:

Kedalaman Skuad dan Kepemimpinan yang Menipis

Kebutuhan mendesak di bursa transfer Liverpool bukan sekadar soal jumlah pemain, tetapi juga soal pengalaman. Szoboszlai mengaku siap ditempatkan di posisi mana pun, termasuk bek kanan. “Anda harus bertanya kepada manajer, bukan saya,” katanya usai laga melawan Leeds. “Musim lalu saya bermain di banyak posisi. Semoga dia menempatkan saya di lini tengah, tetapi jika butuh saya di bek kanan, saya senang melakukannya.”

Mantan kapten Liverpool Phil Thompson menyoroti menipisnya kepemimpinan di ruang ganti. Ia mengenang era Juergen Klopp yang memiliki Jordan Henderson dan James Milner sebagai pemimpin, plus kelompok kuat seperti Virgil van Dijk, Alisson, Mohamed Salah, dan Trent Alexander-Arnold. Kini kelompok pemimpin itu sudah jauh berkurang sehingga diperlukan wajah-wajah baru yang berani tampil.

“Ruang ganti itu harus kompak dan mereka perlu menetapkan aturan main. Karena saat mengalami masa sulit, mereka butuh suara-suara kuat,” kata Thompson kepada BBC Sport di Chicago. “Saat ini hanya ada Virgil dan Ali. Seseorang seperti Szoboszlai harus mengambil peran lebih besar, dan saya yakin dia akan melakukannya.”

Target Bursa Transfer Liverpool: Barcola Jadi Prioritas

CEO Liverpool Billy Hogan menegaskan bahwa FSG akan terus berinvestasi demi menempatkan tim dalam posisi untuk menang. Di lini tengah, Liverpool sudah punya opsi solid: Szoboszlai, Ryan Gravenberch, dan Alexis Mac Allister. Szoboszlai dan Gravenberch bahkan menandatangani kontrak baru tahun ini, sementara Iraola berharap bisa memaksimalkan Mac Allister yang belum tampil maksimal musim lalu.

Kepindahan Curtis Jones ke Inter Milan semakin dekat dengan nilai sekitar £35 juta. Keputusan itu ikut dipengaruhi masa depan Trey Nyoni yang berusia 19 tahun dan tampil cemerlang di pramusim. Kabar positifnya, Wataru Endo dan Stefan Bajcetic sudah kembali berlatih, sedangkan langkah Harvey Elliott masih menunggu kepastian.

Liverpool sempat menanyakan Adam Wharton lebih awal tahun ini, tetapi bukan satu-satunya klub yang tertarik pada gelandang Crystal Palace tersebut. Satu posisi yang dijamin kedatangan pemain baru adalah lini serang. Bradley Barcola dari PSG kini menjadi target utama Liverpool setelah gagal mendapatkan Yan Diomande.

Liverpool sudah merekrut Victor Munoz dari Osasuna senilai £34 juta. PSG membanderol Barcola di kisaran £145 juta, sementara Liverpool lebih bersedia menuntaskan kesepakatan di angka sekitar £100 juta. Barcola sendiri terbuka pindah ke Anfield, tetapi hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi antara kedua klub. Meski tak adil melabelinya sebagai pengganti langsung Mohamed Salah, rekrutan sebesar ini jelas akan menjadi pernyataan ambisi.

Masa Depan Lini Serang dan Skuad Muda

Dengan kepergian Mohamed Salah, wajar jika menit bermain Rio Ngumoha yang masih berusia 17 tahun diprediksi bertambah di sisi kanan. Ngumoha terlihat lebih nyaman di sisi kiri saat melawan Leeds, tetapi ia punya atribut untuk menjadi ancaman dari kedua sisi. Iraola memang menginginkan winger yang bisa tampil di kedua sayap.

Alexander Isak dan Florian Wirtz memulai pramusim dengan meyakinkan, tetapi keputusan penting menunggu Federico Chiesa. Chiesa ingin memperjuangkan tempatnya di Liverpool meski dirumorkan kembali ke Italia. Kieran Morrison yang berusia 19 tahun tampil apik di tur ini dan mencetak gol pertama era Iraola; kemungkinan besar ia akan dipinjamkan musim ini, dan beberapa pemain muda lain diprediksi menyusul dalam beberapa pekan ke depan.

Tottenham disebut sebagai salah satu klub yang memantau situasi Cody Gakpo. Liverpool masih memandang Gakpo sebagai penyerang terbukti di Premier League yang bisa berfungsi dalam berbagai peran. Andai hengkang pun, Liverpool hanya akan melepasnya jika sudah punya pengganti, dan dengan sisa kontrak empat tahun, pemain Timnas Belanda itu tidak akan dilepas dengan harga murah. Terlebih Hugo Ekitike diprediksi absen hampir sepanjang tahun akibat cedera tendon Achilles, sehingga melepas Gakpo menjadi keputusan besar yang penuh risiko.

Presiden FSG sekaligus pengelola utama Liverpool, Mike Gordon, hadir di Chicago pada laga hari Minggu. Ia tentu menyaksikan sendiri antusiasme era Iraola di babak pertama sebelum akhirnya sadar bahwa skuad ini masih butuh tambahan pemain. Momentum inilah yang harus dibaca cepat oleh manajemen sebelum jendela transfer ditutup.

Secara keseluruhan, tur Amerika Serikat memperlihatkan dua sisi Liverpool sekaligus. Babak pertama melawan Leeds menunjukkan gaya bermain era Iraola yang menghibur dan tajam, tetapi babak kedua membuka fakta bahwa kedalaman skuad belum cukup untuk bersaing di level tertinggi. Penggemar wajar merasa khawatir, dan jawaban atas kekhawatiran itu ada di sisa bursa transfer

Exit mobile version