Women’s Super League kembali bergulir akhir pekan ini setelah jeda internasional, dan prediksi Women’s Super League untuk matchday keenam langsung menyoroti Manchester City. Sang pemuncak klasemen masih menyandang rekor sempurna dan bakal mempertaruhkan catatan itu saat menjamu Brighton di laga penutup pekan.
Pekan ini menyajikan pertarungan menarik di dua ujung klasemen. Chelsea, Arsenal, dan Manchester United tengah memburu konsistensi, sementara Aston Villa, Birmingham City, serta Charlton Athletic belum merasakan kemenangan sama sekali di liga musim ini. Opta supercomputer dijalankan untuk memetakan peluang tiap tim lewat 10.000 simulasi berbasis data, dan hasilnya memberi gambaran cukup jelas soal siapa yang layak diunggulkan di setiap laga.

Man City vs Brighton: Ujian bagi Rekor 100 Persen
Manchester City tampil sebagai satu-satunya tim dengan rekor kemenangan sempurna sejauh musim ini, dan mereka dijagokan melanjutkan tren itu saat menjamu Brighton. City telah memenangi 10 dari 12 pertemuan terakhir dengan Brighton di semua kompetisi, termasuk kemenangan 4-0 di final Piala FA musim lalu. Opta memberi mereka peluang kemenangan 78,9 persen, angka yang mencerminkan dominasi panjang atas sang lawan.
Catatan tuan rumah City bahkan lebih mengerikan. Pasukan asuhan Andree Jeglertz memenangi 15 laga kandang terakhir di WSL, dan 14 di antaranya diraih di bawah komando Jeglertz sendiri. Sejak awal musim lalu, hanya Barcelona (18 kemenangan dari 18 laga) dan Lyon (15 dari 15) yang menyamai rekor kandang sempurna City di antara tim-tim reguler lima liga top Eropa.
City juga menjadi juara bertahan ketiga yang mampu menyapu bersih lima laga pembuka WSL, menyusul pencapaian City sendiri pada 2017-18 (tujuh laga) dan Chelsea pada 2024-25 (sembilan laga). Sementara itu, Brighton baru meraih kemenangan pertama musim ini pada matchday kelima dan masih tertahan di peringkat kesembilan dengan lima poin. Menariknya, model Expected Points milik Opta memperkirakan Brighton seharusnya berada di posisi ketiga dengan 11 poin, menjadikan mereka tim dengan selisih performa terbesar dari ekspektasi, baik dari sisi posisi maupun jumlah poin.
Brighton sendiri sempat menumbangkan City 3-2 pada pertemuan WSL terakhir April lalu. Meski begitu, peluang mereka mengulang hasil itu di laga ini hanya dinilai 8,3 persen, terendah kedua di antara semua tim pada matchday keenam, sementara peluang hasil imbang berada di angka 12,8 persen.
Chelsea vs Tottenham: Laga ke-50 Bompastor
Chelsea memasuki laga London derby ini dengan empat kemenangan beruntun di liga, dan mereka berpeluang mencatat lima kemenangan berturut-turut di WSL untuk pertama kalinya sejak awal musim lalu. Tottenham datang sebagai lawan yang sedang berusaha bangkit setelah dihajar London City Lionesses 6-1. Laga ini juga menjadi momen istimewa bagi Sonia Bompastor, yang akan menangani pertandingan ke-50 di WSL.
Rekor pertemuan kedua tim sepenuhnya milik Chelsea. The Blues memenangi seluruh 13 pertemuan WSL dengan Spurs, menjadikan mereka satu-satunya tim yang menghadapi lawan lebih dari 10 kali di kompetisi ini dan tetap menjaga rasio kemenangan 100 persen. Opta pun memberi Chelsea peluang menang 78,4 persen.
Bagi Bompastor, torehan 122 poin dari 49 laga pertamanya (38 menang, 8 imbang, 3 kalah) membuka peluang melewati Joe Montemurro (123 poin) sebagai pelatih dengan poin terbanyak dalam 50 pertandingan pertama di WSL. Di sisi lain, Tottenham belum menang dalam 20 laga WSL terakhir melawan tim “big four” (4 imbang, 16 kalah) sejak mengalahkan Arsenal 1-0 pada Desember 2023. Namun mereka menang 14 dari 20 laga liga terakhir melawan tim di luar big four (2 imbang, 4 kalah).
Jika berhasil mencuri kemenangan, Spurs bahkan bisa naik ke atas Chelsea di klasemen. Hanya saja, peluang mereka membuat kejutan hanya 8,6 persen, sementara hasil imbang diprediksi terjadi pada 13 persen simulasi.
Arsenal vs Birmingham City: Mantan Raksasa yang Sedang Rapuh
Laga Sabtu di Emirates Stadium menjadi satu-satunya pertandingan yang digelar pada hari itu, dan pertemuan Arsenal dengan Birmingham ini adalah yang pertama di WSL sejak musim 2021-22. Kedua tim mengakhiri periode sebelum jeda internasional dengan kekalahan: Arsenal takluk dari Manchester City, sedangkan Birmingham dipatahkan Everton. Opta memberi Arsenal peluang kemenangan 81,5 persen, tertinggi di antara semua tim pada matchday keenam. Peluang Birmingham menang hanya 7,1 persen, sedangkan peluang imbang 11,4 persen.
Status favorit Arsenal bertumpu pada rekor melawan tim promosi. The Gunners tidak terkalahkan dalam 30 laga WSL terakhir melawan tim yang baru naik kasta (26 menang, 4 imbang), sejak kalah 1-0 di kandang dari Manchester City pada Mei 2014. Meski demikian, lima poin dari lima laga merupakan awal musim terburuk kedua Arsenal di WSL, hanya lebih baik dari musim 2014 yang berujung empat poin. Arsenal juga berpotensi melewati lima laga papan atas tanpa kemenangan secara beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Kabar baiknya, Birmingham menjadi lawan yang tepat untuk bangkit. Birmingham kalah di enam laga tandang WSL terakhir melawan Arsenal, dan menjadi satu-satunya tim yang selalu kebobolan lebih dari satu gol di kelima pertandingan liga musim ini.
Crystal Palace vs West Ham: Duel London di Zona Bawah
Rangkaian laga Minggu dibuka dengan derby London di The 360 Engage Stadium antara Crystal Palace dan West Ham, dua tim yang sama-sama berusaha menyalakan kembali musim mereka. Palace menahan imbang dua laga terakhir melawan Aston Villa dan Birmingham meski lebih dulu kebobolan. Sebelum rentetan itu, Palace hanya mampu menghindari kekalahan pada 2 dari 19 laga WSL ketika tertinggal (2 imbang, 17 kalah), sehingga tren terbaru ini menunjukkan mereka sudah berkembang.
Palace kini berada tiga poin di atas West Ham. The Hammers sendiri datang dengan catatan memalukan: saat kalah 3-0 dari Chelsea, mereka sama sekali tidak melepaskan tembakan untuk pertama kalinya dalam 171 pertandingan mereka di WSL. Palace juga kalah di tiga laga terakhir melawan West Ham di semua kompetisi, termasuk kekalahan 5-2 di kandang dan 7-1 di tandang pada dua pertemuan WSL sebelumnya, dengan skor 7-1 itu menjadi kemenangan terbesar West Ham di kompetisi ini.
Kendati demikian, Opta justru mengunggulkan Palace untuk mengambil tiga poin dengan peluang 45,8 persen. West Ham diprediksi menang pada 27,5 persen simulasi, sedangkan hasil imbang sedikit lebih rendah di angka 26,7 persen.
London City Lionesses vs Everton: Momentum dan Ketajaman Putellas
London City Lionesses menikmati start kuat di WSL dan berharap tren itu berlanjut saat menjamu Everton. Tim asuhan Eder Maestre ini memenangi tiga laga WSL terakhir, rentetan kemenangan terpanjang mereka di kompetisi tersebut, dan berpeluang meraih empat kemenangan liga beruntun untuk pertama kalinya sejak Maret-April 2025 di WSL2.
Kunci start impresif mereka adalah Alexia Putellas, yang mencatat empat kontribusi gol di WSL musim ini (tiga gol, satu assist). Dalam lima musim terakhir, ia hanya sekali menorehkan keterlibatan gol lebih banyak pada lima penampilan liga pertamanya, yaitu enam kontribusi untuk Barcelona pada 2024-25 (empat gol, dua assist).
Everton bukan lawan yang bisa diremehkan. The Toffees menang tiga dari lima laga pembuka WSL musim ini (dua kalah) dengan sembilan poin, torehan tertinggi kedua mereka di fase ini sepanjang sejarah kompetisi, dan hanya pada 2020-21 mereka mengumpulkan poin lebih banyak dari lima laga pertama (13 poin). Kemenangan pertama London City di WSL juga datang melawan Everton pada September lalu, dan kali ini mereka diunggulkan dengan peluang 57,9 persen. Peluang Everton menang hanya 20,2 persen, lebih kecil daripada peluang laga berakhir imbang (21,9 persen).
Charlton Athletic vs Manchester United: Misi Berat Tuan Rumah
Charlton Athletic menjalani musim pertama kembali di WSL dengan sangat sulit, menjadi satu-satunya tim yang belum mengumpulkan poin sama sekali. Kali ini Manchester United yang datang ke The Valley, dan pasukan Setan Merah berambisi meraih kemenangan liga beruntun tanpa kebobolan untuk pertama kalinya sejak Maret 2025.
Ini akan menjadi pertemuan pertama Charlton dan United sejak musim WSL2 2018-19, ketika United menang 3-0 di kandang dan 2-1 di tandang. Opta memprediksi hasil serupa, dengan peluang kemenangan United 62,4 persen, sementara peluang Charlton meraih kemenangan liga pertama mereka hanya 17,8 persen.
United adalah satu-satunya tim yang menghadapi tim promosi lebih dari sekali di WSL dan tetap mempertahankan rasio kemenangan 100 persen, memenangi 14 laga dengan agregat gol 40-4. Adapun Charlton kalah di kelima laga WSL pertama mereka. Hanya Yeovil Town pada Spring Series 2017 (tujuh laga) dan Leicester City pada 2021-22 (sembilan laga) yang pernah menelan rentetan kekalahan lebih panjang di awal sejarah mereka di kompetisi ini.
Aston Villa vs Liverpool: Duel Dua Tim yang Kehabisan Percaya Diri
Aston Villa juga masih memburu kemenangan liga pertama musim ini, dengan rekor tanpa kemenangan di sembilan laga WSL terakhir (3 imbang, 6 kalah) sejak menang 2-1 atas Leicester City pada Maret 2026. Liverpool datang ke laga ini setelah kalah di kandang Manchester United pada matchday sebelumnya, dan tantangan tandang berikutnya berpotensi menjadi batu sandungan.
Catatan tandang Liverpool memang buruk. Mereka kalah di 10 dari 14 laga tandang WSL sejak awal musim lalu (2 menang, 2 imbang), dan persentase poin tandang mereka adalah yang terendah di antara semua tim yang selalu tampil di WSL pada periode tersebut, yakni 33 persen (8 dari 24 poin). Sejak promosi kembali ke kasta teratas sebelum musim 2022-23, Liverpool hanya mengumpulkan poin lebih banyak melawan Brighton (18) dibandingkan melawan Villa (13, hasil dari 4 menang, 1 imbang, 3 kalah).
Meski begitu, Villa belum pernah menang di tiga laga kandang pertama melawan Liverpool di WSL (1 imbang, 2 kalah), walau mereka menutup musim lalu dengan kemenangan 3-0 pada laga ini. Opta kesulitan memisahkan kedua tim: peluang kemenangan Villa 37,6 persen, sedikit di atas Liverpool (36 persen), dengan peluang imbang 26,4 persen.
Apa Artinya bagi Persaingan di Puncak dan Dasar Klasemen?
Dari simulasi Opta, terlihat pola yang cukup gamblang. Tim-tim besar cenderung mengamankan poin penuh di pekan ini, terutama Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Manchester United yang semuanya memiliki peluang kemenangan di atas 60 persen. Ketimpangan ini memperlihatkan bahwa jarak antara kontender gelar dan tim papan bawah di WSL masih lebar, terutama ketika tim promosi menghadapi lawan sekelas United yang memiliki rekor sempurna melawan tim yang baru naik kasta.
Di sisi lain, ada sejumlah pertanda bahwa lapisan tengah liga mulai menutup jarak. Crystal Palace yang diunggulkan atas West Ham, serta London City Lionesses yang mampu bersaing di papan atas berkat belanja besar dan kontribusi pemain sekaliber Putellas, adalah contoh bahwa persaingan tidak lagi sepenuhnya milik empat tim tradisional.
Performa Brighton juga menjadi sorotan tersendiri. Berdasarkan model Expected Points, The Seagulls seharusnya berada di peringkat ketiga dengan 11 poin, bukan kesembilan dengan lima poin. Selisih ini menjadikan mereka tim dengan underperformance terbesar di WSL sejauh musim ini, baik dari sisi posisi maupun perolehan angka, dan itu menjelaskan mengapa laga melawan City tetap layak dicermati meski peluang mereka kecil.
Konteks Lebih Luas: Standar Baru di Sepak Bola Wanita
Rekor kandang Manchester City menunjukkan arah perkembangan sepak bola wanita Eropa secara umum. Dengan 15 kemenangan kandang beruntun di WSL, City masuk ke jajaran elit bersama Barcelona dan Lyon yang juga mencatat rekor kandang sempurna di liga domestik mereka sejak awal musim lalu. Dominasi di kandang kini menjadi salah satu indikator paling jelas untuk membedakan tim papan atas dari tim papan tengah.
Sementara itu, dominasi Chelsea atas Tottenham dan rekor sempurna Arsenal maupun Manchester United melawan tim promosi memperlihatkan bahwa hierarki di liga ini masih sulit digoyang. Spurs, misalnya, tidak menang dalam 20 laga terakhir melawan tim big four, tetapi menang 14 dari 20 laga melawan tim di luar kelompok itu. Statistik tersebut menggambarkan dua level kompetisi yang berbeda di dalam satu liga yang sama.
Bagaimana pun, matchday keenam ini tetap menyimpan potensi kejutan. Sejumlah laga seperti Palace vs West Ham dan Villa vs Liverpool punya peluang kemenangan yang berimbang, sehingga hasilnya bisa mengubah peta klasemen bawah secara signifikan, terutama bagi tim-tim yang masih mencari kemenangan pertama mereka musim ini.
Kesimpulan
Prediksi Women’s Super League pada matchday keenam menempatkan Manchester City sebagai tim paling diunggulkan berkat rekor sempurna dan rekor kandang yang luar biasa, disusul Arsenal, Chelsea, dan Manchester United yang juga memiliki peluang besar meraih poin penuh. Tottenham berpeluang merusak pesta Chelsea, tetapi sejarah 13 pertemuan tanpa kemenangan membuat peluang mereka tipis, terlebih laga ini menjadi momen ke-50 Bompastor di WSL.
Di sisi lain, pekan ini menjadi kesempatan penting bagi tim seperti Aston Villa, Birmingham City, dan Charlton Athletic untuk keluar dari tekanan di dasar klasemen. Sebagian besar hasil masih sejalan dengan ekspektasi Opta, namun laga-laga yang berimbang di zona bawah bisa menjadi tempat munculnya kejutan yang mengubah jalan musim mereka.