Keputusan Mengejutkan di Nottingham Forest
Klub Premier League, Nottingham Forest, kembali membuat keputusan besar dengan mengganti manajer. Nottingham Forest ganti manajer setelah Vitor Pereira diumumkan akan meninggalkan kursi kepelatihan, dan Oliver Glasner, mantan bos Crystal Palace, sudah disiapkan sebagai penggantinya. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, terutama Pereira sendiri yang baru beberapa bulan menjabat.
Menurut sumber BBC Sport, kesepakatan dengan Glasner hampir rampung. Tinggal beberapa formalitas administrasi yang perlu diselesaikan sebelum pengumuman resmi. Kontak dengan pelatih asal Austria itu sebenarnya sudah dimulai sejak awal musim panas lalu, tak lama setelah ia meninggalkan Palace pada akhir musim 2024/25.

Perjalanan Oliver Glasner Menuju City Ground
Oliver Glasner bukan nama asing di sepak bola Inggris. Ia dikenal setelah membawa Crystal Palace meraih gelar FA Cup pada 2025, yang otomatis membuat The Eagles lolos ke Europa League. Namun, UEFA kemudian mendegradasi Palace ke Conference League karena aturan kepemilikan multi-klub. Di kompetisi itulah Glasner justru menorehkan sejarah: Palace menjuarai Conference League usai mengalahkan Rayo Vallecano pada Mei lalu.
Keberhasilan Glasner meraih trofi inilah yang membuat Nottingham Forest ganti manajer menjadi langkah yang masuk akal di mata pemilik klub, Evangelos Marinakis. Ia dikenal sebagai pengusaha yang haus akan prestasi dan menginginkan Forest kembali bersaing di papan atas, bahkan berburu gelar.
Reaksi Vitor Pereira: Kecewa tapi Profesional
Kabar pemecatan ini benar-benar di luar dugaan Pereira. Ia diberitahu pada Selasa malam waktu setempat, saat tengah mempersiapkan rencana pramusim. Dalam pernyataan resmi kepada BBC Sport, Pereira mengaku terkejut namun tetap menghormati keputusan klub.
“Meskipun keputusan ini datang sebagai kejutan besar, saya sepenuhnya menghormati hak klub untuk mengambil langkah yang dianggap terbaik untuk masa depan,” ujarnya. “Secara alami, saya kecewa dan sedih. Saya benar-benar percaya pada apa yang kami bangun bersama.”
Pereira juga menyebut pencapaiannya selama empat setengah bulan menjabat: menyelamatkan Forest dari degradasi Premier League, finis di peringkat 16, serta membawa tim ke semifinal Europa League — pertama kalinya sejak 1984. “Kami menciptakan momen yang akan saya kenang selamanya,” tambahnya.
Ia menegaskan tidak ada dendam atau kebencian terhadap klub. “Saya meninggalkan Nottingham Forest dengan rasa hormat, rasa syukur, dan kenangan indah. Klub ini spesial, dan saya dengan tulus berharap terus tumbuh dan mencapai hal-hal hebat.”
Instabilitas di City Ground: Manajer Kelima dalam Setahun
Pergantian ini menandai Nottingham Forest ganti manajer untuk kelima kalinya dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan. Sebelum Pereira, ada Nuno Espirito Santo yang hengkang September lalu karena berselisih dengan direktur olahraga global Edu, lalu Ange Postecoglou yang juga dipecat, dan Sean Dyche yang bertahan hanya 114 hari.
Dyche digantikan Pereira pada Februari lalu, dan kini giliran Pereira yang harus angkat koper. Padahal, kontraknya masih tersisa satu tahun. Bahkan beberapa pekan lalu, Pereira sudah menghadiri pertemuan di London untuk mematangkan rencana transfer dan jadwal pramusim termasuk laga uji coba melawan Barcelona, Leverkusen, dan Udinese.
Negosiasi kontrak memang sempat ditunda pada bulan lalu, namun Pereira berkomitmen untuk melanjutkan pembicaraan akhir tahun. Ia juga dikabarkan mendapat tawaran dari Al Hilal, tapi menolak karena ingin bertahan di Premier League.
Analisis: Ambisi Gelar di Balik Keputusan Ini
Pergantian ini punya satu benang merah: ambisi Marinakis untuk meraih trofi. Lihat saja kesuksesan Glasner membawa Palace juara Conference League — tepat kompetisi yang musim lalu diikuti Forest setelah menggantikan posisi Palace di Europa League.
Statistik menunjukkan bahwa Pereira sebenarnya bekerja cukup baik. Di bawahnya, Forest mencetak gol sebanyak Manchester City (gol bersama terbanyak) dan memiliki rekor pertahanan terbaik kelima di liga. Kemenangan 3-0 atas Fenerbahce di kandang lawan pada laga Eropa pertamanya juga menjadi catatan manis. Para pemain yang sempat kehilangan motivasi di era Dyche pun kembali percaya diri.
Namun, mungkin itu belum cukup untuk Marinakis. Ia menginginkan lebih dari sekadar finis aman di Premier League. Dengan kedatangan Glasner, Forest berharap mendapatkan pelatih yang sudah terbukti mampu memenangkan trofi di panggung Eropa.
Kesimpulan
Nottingham Forest ganti manajer lagi adalah babak baru dalam kisah penuh gejolak di City Ground. Vitor Pereira pergi dengan kepala tegak setelah membawa stabilitas dan kebanggaan Eropa, sementara Oliver Glasner datang dengan reputasi sebagai pemburu trofi. Apakah langkah ini akan membawa Forest ke level berikutnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, tapi satu hal pasti: klub ini tidak takut mengambil keputusan besar demi mengejar kesuksesan.